KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Blusukan dan rekrutmen atlet ke sekolah-sekolah yang dijalani Pengkab FAJI Mojokerto tak serta merta menentukan atlet yang akan diturunkan di Porprov Juli nanti. Pengkab FAJI Mojokerto masih harus menyeleksi para pelajar yang terjaring dalam rekrutmen atlet arung jeram Kabupaten Mojokerto.
Awal Maret ini menjadi tenggat waktu terakhir Pengkab FAJI dalam memilih 24 pedayung yang siap bersaing di ajang olahraga multievent tingkat provinsi. Ketua Harian Pengkab FAJI Mojokerto Arif Kustanto mengatakan, proses seleksi masih terus berjalan mulai awal hingga akhir Februari nanti.
Jatah waktu sebanyak itu dirasa cukup untuk memantau sekaligus menentukan calon atlet yang pantas mengisi 24 slot atlet untuk 4 skuad yang diturunkan. Proses pemilihan didasarkan pada kemampuan fisik serta postur tubuh para pelajar. Dua komponen tersebut yang menjadi modal utama atlet bersaing di kompetisi. ’’Masih seleksi, kami targetkan sampai awal Maret sudah mengerucut nama-nama atletnya,’’ tegasnya.
Meski hanya pertandingan eksebisi, tetapi Arif tetap memaksimalkan potensi atlet yang tersedia. Bahkan, dirinya tak henti-hentinya blusukan ke sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK mencari atlet sekaligus menyosialisasikan pembinaan arung jeram. Sehingga ke depannya semakin banyak atlet yang berminat menggeluti arung jeram sebagai cabor favorit. ’’Tidak hanya seleksi, tapi juga untuk mengenalkan arung jeram ke beberapa calon atlet agar lebih memasyarakat,’’ tandasnya.
Di Porprov nanti, setidaknya dibutuhkan 24 pedayung baru yang diturunkan. Mereka akan mengisi 4 skuad berbeda yang dibagi menjadi dua tim, yakni dua pedayung (R2) dan empat pedayung (R4). Mereka akan diturunkan di empat divisi atau nomor dan kelas yang dilombakan. Mulai dari kategori sprint, head to head, slalom, dan down river race. ’’Kalau ditotal, kebutuhan atletnya kira-kira sekitar 24 orang. Kami maksimalkan pada pedayung muda kategori junior dan youth,’’ pungkasnya. (far/abi)
Editor : Fendy Hermansyah