Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Paling Aman Pakai Toples

Fendy Hermansyah • Sabtu, 29 Januari 2022 | 16:05 WIB
paling-aman-pakai-toples
paling-aman-pakai-toples

Mungkin bagi masyarakat umum masih menyepelekan cara menyimpan biji maupun bubuk kopi. Padahal, cita rasa, aroma, acidity, bitterness, dan manis khas kopi bisa berubah jika disimpan sembarangan. Sebaliknya, jika penyimpanan benar seusai di-roasting  dan melakoni masa resting, cita rasa terbaik kopi bisa bertahan hingga setahun.


MUNGKIN bagi sebagian orang masih menyimpan biji kopi yang telah disangrai di dalam toples kaca maupun plastik. Dengan berkali-kali buka tutup toples mengambil biji kopi untuk di-grind. Padahal, cara seperti itu bisa mengurangi kualitas cita rasa kopi. Utamanya, memicu bau tengik. ’’Soalnya biji kopi yang habis disangrai itu pasti akan ngeluarin minyak (alami), ya mirip kacang-kacangan gitu,’’ ujar M Abil Dimasyqy, barista sekaligus owner kedai Kopi Nagari.


Abil mengatakan, semua orang pasti bisa menyimpan kopi dengan baik. Di rumah maupun pantry di kantor. Dia menyarankan, agar para pecinta kopi memanfaatkan secara optimal kemasan bag atau pouch yang disertakan saat membeli biji maupun bubuk kopi. Hanya saja, kita mesti bijak untuk meminimalisir paparan udara bebas terhadap kopi. ’’Biji kopi ini mengeluarkan gas karbon dioksida (alami). Jadi ketika ada udara masuk, karbon dioksida pecah dan indikasinya kemasannya menggelembung,’’ terangnya.


Dipastikannya, kopi di dalam kemasan yang sudah menggelembung masih layak dikonsumsi. Hanya saja, kualitas kekayaan rasa pada kopi sudah tidak maksimal. Menurutnya, kini sudah banyak kedai kopi yang menyertakan kemasan untuk penyimpanan jangka panjang. Salah satunya pouch berkatup udara alias valve. Sehingga, udara di luar kemasan tak bisa masuk dan karbondioksida di dalam kemasan bisa keluar.


’’Sebenarnya kemasan plastik klip biasa, tanpa valve, tetap bisa. Tapi harus seminimal mungkin buka tutup klipnya. Lebih baik lagi, kopi di kemasan itu disimpan di dalam toples, jadi makin aman,’’ bebernya. Menurutnya, dengan meminimalisir paparan udara bisa menjaga kualitas cita rasa kopi. Bahkan, biji maupun bubuk kopi bisa bertahan hingga setahun jika kualitas kopi optimal dan penyimpanannya benar.


’’Ada yang masih bagus walaupun sudah setahun, tapi itu kemasannya belum pernah dibuka sama sekali. Kalau sudah pernah dibuka, maksimal bertahan sampai sebulan lah,’’ terangnya. Meski begitu, ditegaskannya, jika melebihi masa penyimpanan tersebut bukan berarti kopi tersebut basi. Melainkan mengalami penurunan kualitas cita rasa. ’’Jadi kalau sudah begitu, harus kalibrasi rasa, buat ngatur gramasinya di setiap menu. Biar rasanya sesuai standar masing-masing,’’ tandas pemilik kedai kopi di Kelurahan/Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto itu. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah