Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Favorit Pendaki Pemula, Jalur Rusak Parah

Imron Arlado • Jumat, 26 Maret 2021 | 16:10 WIB
favorit-pendaki-pemula-jalur-rusak-parah
favorit-pendaki-pemula-jalur-rusak-parah

BUKIT WATU JENGGER menjadi favorit para wisatawan yang hobi menguji adrenaline serta ketahanan fisik. Bukit setinggi 1.100 mdpl yang terletak di Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo ini menjadi salah satu tujuan utama para penghobi tracking serta gowes.


Puncak yang tak terlalu tinggi serta medan yang bersahabat membuat banyak pendaki pemula ingin menjajal jalur ke puncak Bukit Watu Jengger. ’’Rutenya landai. Tidak terjal dan menguras fisik. Sangat cocok untuk pendaki pemula,” kata Effendi, salah satu penghobi tracking dari Mojokerto.


Hawa sejuk khas pegunungan serta keindahan view yang memanjakan mata menjadi alasan mereka memilih kawasan yang masuk area Tahura Raden Soerjo ini. Bahkan belakangan ini, tak jarang pula para goweser, utamanya penghobi sepeda jenis MTB dan offroad yang ikut mencoba mendaki puncak dengan bersepeda.  


Seperti Irwan. Penghobi sepeda dari Gresik ini bersama sejumlah anggota komunitasnya, mencoba rute gowes menuju puncak Bukit Watu Jengger. ’’Rasanya pasti menarik bisa gowes  sampai puncak,” ujar pria ramah ini.


Irwan mengaku, ia sengaja menyewa mobil bak terbuka khusus untuk mengangkut sepeda dari Gresik menuju Mojokerto. Baru, setiba di desa Jabung yang merupakan desa tetangga Tawangrejo, ia dan rombongannya gowes menuju Bukit Watu Jengger.


Meski dari titik drop sepedanya menuju puncak hanya berjarak kisaran tak sampai 10 kilometer, namun rute yang mendaki serta cukup menantang membuatnya rela jauh-jauh datang kesini. ’’Awalnya sih penasaran dengan cerita dan postingan teman-teman yang pernah gowes ke Bukit Watu Jengger. Kayaknya sih seru dan asyik banget. Makanya kita mau ikutan coba rute ke puncak ini,” tegas pengusaha sembako di Gresik ini. (dwi/ron)      


 


Jalan Rusak, Kikis Jumlah Pengunjung


LANGKAH pengunjung menikmati pesona Bukit Watu Jengger terganggu. Meski tergolong jalur yang cukup landai, namun jalan menuju lokasi wisata ini mengalami kerusakan.


Susunan batu runcing tampak menyeruak ke permukaan jalan sepanjang 2 kilometer tersebut. Kondisi jalan tersebut membuat banyak pengunjung. Utamanya yang baru pertama ke lokasi ini urung meneruskan perjalanan ke Bukit Watu Jengger. 


Kepala Desa Tawangrejo M. Dameri, mengatakan, sarana jalan di dusun Nawangan memang sudah lama tak disentuh perbaikan. Padahal, menurut dia, sejak tahun 2018 silam, pemerintah desa mengajukan permintaan perbaikan jalan tersebut ke pemerintah daerah. Namun hingga kini, tak kunjung direalisasikan. ’’Sudah lama jalan ke Nawangan tidak ada perbaikan,” kata Dameri.


Hal ini menyebabkan kondisi jalan makin lama makin parah. Apalagi di saat musim penghujan seperti saat ini. ’’Jalan menuju Nawangan sudah sangat tidak layak. Banyaknya batu runcing membuat kendaraan menjadi sangat beresiko mengalami pecah ban. Belum lagi kalau pas hujan deras, pasti sangat licin dan membahayakan,” terang Dameri.


Imbasnya jumlah pengunjung yang ingin ke Bukit Jengger mengalami penurunan. Padahal, Bukit Jengger merupakan wisata andalan pemerintah desa Tawangrejo yang digadang-gadang mampu mengangkat serta menggerakan perekonomian warga setempat. ’’Kita berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jalan ke Nawangan. Agar Bukit Jengger makin ramai juga untuk memperlancar arus transportasi serta kegiatan warga,” tandasnya. (dwi)

Editor : Imron Arlado