Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Keindahan Hutan Pinus Puthuk Panggang Welut Memikat Wisatawan

Moch. Chariris • Jumat, 14 Agustus 2020 | 20:00 WIB
keindahan-hutan-pinus-puthuk-panggang-welut-memikat-wisatawan
keindahan-hutan-pinus-puthuk-panggang-welut-memikat-wisatawan

KEINDAHAN objek wisata Puthuk Panggang Welut di Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto belakangan ini mulai menjadi pembicaraan hits di kalangan wisatawan.


Daya tarik utama lokasi wisata yang berjarak sekitar 55 menit dari pusat Kota Mojokerto ini adalah gabungan dari deretan hutan pinus seluas lebih dari 10 hektare, dua air terjun eksotis dengan lokasi yang berdekatan, view indah berpadu dengan suasana alami hutan, ditambah kesejukan hawa khas lereng pegunungan, serta banyaknya spot foto yang Instagramable.


Sejak memasuki pintu masuk lokasi wisata, pengunjung bakal disambut deretan hutan pinus yang kerap digunakan kegiatan bersama. Seperti berkemah atau camping ground. Di sini terdapat pula lokasi spot foto yang sering dipakai foto prewedding.


Fasilitas yang disiapkanditempat inilumayan memadai. Sudah terdapat fasilitas penerangan dan listrik, kayu bakar untuk api unggun, paket makan dan minum, serta sound system dan live musik electonesebagai hiburanbagi pengunjung yang menginap.


Sembari berjalan kaki menyusuri jalan setapak selepas Gerbang Apache, gerbang masuk ikonik yang bentuknya mirip dengan topi suku Indian Apache, para pengunjung akan disuguhi bebatuan di lereng bukit dengan berlapis cat warna-warni yang dinamakan Watu Puthuk Jodoh.


Dinamakan demikian karena untuk mendaki ke puncaknya butuh perjuangan dan kerelaan dari pengunjung. Ibaratnya seperti mencari jodoh dalam kehidupan yang penuh dengan lika liku.


Sementara di lokasi ketiga pengunjung bakal disuguhi sejuk dan rindangnya hutan pinus yang penuh dengan spot foto. Seperti taman cinta, topi camping petani yang bergelantungan, kalimat baper yang menempel di deretan pepohonan pinus.


Bahkan, di lereng bukit yang berbatasan dengan jurang pun banyak pilihan untuk berfoto. Di lokasi ini juga terdapat taman bermain bagi anak-anak serta jalur untuk kendaraan ATV yang disewakan.


Selepas wilayah spot foto hutan pinus adalah lokasi terakhir sekaligus lokasi favorit bagi para pengunjung. Yakni, adanya dua air terjun eksotis dengan lokasi hampir berdekatan yang dapat dinikmati pengunjung untuk berfoto ria atau hanya sekadar bermain air.


Oleh masyarakat desa setempat, kedua air terjun tersebut dinamakan Air Terjun Watu Gedeg dan Coban Curah Watu. Aliran air dari kedua air terjun tersebut juga digunakan untuk keperluan sehari-hari, serta mengaliri persawahan warga.


Fasilitas umum di lokasi wisata juga terbilang sudah memadai. Selain akses jalan setapak yang sudah dilapisi paving serta gazebo untuk melepas penat, juga terdapat toilet dengan aliran air bersih dan segar, musala, serta warung yang menjajakan makanan dan minuman bagi para pengunjung.


Akses menuju lokasi Puthuk Panggang Welut cukup mudah. Karena berada tepat di pinggir jalan cor desa yang lebar. Untuk menikmati paduan kesejukan dan eksotisnya suasana alam ini, para pengunjung hanya cukup merogoh kocek yang tak terlalu dalam.


Tiket masuk dikenakan Rp 5 ribu untuk satu orang, serta biaya parkir Rp 5 ribu untuk sepeda motor, dan Rp 10 ribu untuk mobil. 


Pengelolaan Ditangani BUMDes


PELUANG besar pengelolaan potensi keindahan alam ini ditangkap Pemerintah Desa Nogosari. Yono, Kepala Desa Nogosari menuturkan, potensi besar ini menjadi peluang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.


Namun, dengan catatan, pengelolaannya harus secara profesional dan transparan. ”Dengan adanya objek wisata Puthuk Panggang Welut yang ramai pengunjung, perekonomian warga pasti bakal bergerak. Tapi,pengelolaan wisata tersebutharus ditangani dengan profesional dan transparan,” kata Yono.


Karena itu lanjut Yono, pemdes dan warga sepakat pengelolaan Puthuk Panggang Welut tersebut diserahkan ke BUMDes Alam Sari Raya milik Desa Nogosari.


Dengan manajemen yang mumpuni, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pengunjung dan menambah PAD bagi desa, serta meningkatkan perekonomian warga setempat.


Selain itu, kenyamanan para pengunjung juga menjadi perhatian pemdes. Selain melengkapi fasilitas umum, seperti toilet dan warung makan, selanjutnya akan disiapkan jaringan internet yang bisa memudahkan pengunjung untuk berkomunikasi.


”Ke depannya kita bakal menambah fasilitas jaringan internet. Selain agar lebih lebih mudah berkomunikasi, pengunjung untuk dapat langsung meng-upload hasil foto mereka di media sosial (medsos),” tandas Yono. (dwi)



 

Editor : Moch. Chariris