Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Anggap ’’Keputusan Langit’’, Jamaah Mengaku Bersyukur

Moch. Chariris • Selasa, 23 Juni 2020 | 22:00 WIB
anggap-keputusan-langit-jamaah-mengaku-bersyukur
anggap-keputusan-langit-jamaah-mengaku-bersyukur

Pilihan incumbent Pungkasiadi menggeser Jauharoh Said di pilkada nanti memunculkan kejutan. Namun, bos travel dan keluarganya mengaku sangat menghormati keputusan tersebut. Kini dia akan lebih fokus pada dunia pesantren dan pendidikan, serta mengembangkan usahanya.


LANGKAH Pungkasiadi melamar Jauharoh Said beberapa waktu lalu, masih terngiang di telinga. Terpilihnya bos travel An Namiroh ini disebabkan ’’restu’’  kiai kharismatik, KH Chusaini Ilyas. Namun, pekan lalu, ’’perceraian terjadi’’.


Pung menggeser Jauharoh Said dan menggantikan posisinya dengan Titik Masudah, adik kandung Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah. ’’Kami tidak ada masalah. Bagi saya, saya tetap menjaga persaudaraan. Karena, almuslimu akhul muslim,’’ kata Jauharoh. 


Dicoretnya nama Jauharoh dari daftar pendamping Pung, kata dia, membuat jamaahnya bersyukur. Lihat saja, sejak kabar perpecahan itu muncul ke permukaan,  tak sedikit jamaahnya yang datang ke rumahnya dan memberikan ucapan selamat.


Demikian pun dengan Mahfud Said. Kakak kandung Jauharoh Said ini menilai, pergantian bacawabup Pungkasiadi justru membuat adiknya bisa lebih konsentrasi ke dunia pendidikan.


Di antaranya, pondok pesantren. Saat ini, Jauharoh dipastikan bisa lebih fokus ke pesantren. ’’Lebih afdhal ngramut umat di sektor dunia pendidikan,’’ jelasnya. Mahfud menambahkan, selain di pesantren, Jauharoh juga bisa lebih konsentrasi ke pendidikan formal.


Karena saat ini sudah terdapat pendidikan formal mulai, dari play group hingga SMK. Terbaru, ia tengah merintis perguruan tinggi. ’’Selain itu, juga akan fokus ke traveling umrah dan haji,’’ terang dia. Bergesernya nama Jauharoh dari daftar bacawabup dianggap sebagai hal yang wajar. ’’Pergantian itu adalah ”keputusan langit” dan realitas politik. Jadi, keluarga sangat legawa sekali,’’ jelas dia.


Demikian pun, ia mengaku tak terkejut dengan peristiwa itu. Meski ia tak menampik, terpilihnya Jauharoh telah melalui proses yang sangat panjang.  ’’Apakah keluarga kaget? Tidak sama sekali. Ini urusan duniawi. Kita tetap nyambung dengan pak Pung dan silaturahmi. Dan tak ada rasa getun,’’ tandasnya.


Perlu diketahui, bergesernya nama Jauharoh Said setelah PKB menyodorkan kadernya, Titik Masudah, sebagai pendamping incumbent. Bergandengnya dua figur ini, bakal menutup kekurangan rekom di pilkada nanti. Karena, PDIP hanya memliki 9 kursi di DPRD dari batasan minimal 10 kursi.



 

Editor : Moch. Chariris