MOJOKERTO – Absennya sejumlah pemain inti saat PS Mojokerto Putra (PSMP) bermain di babak 64 besar Piala Indonesia, Senin (10/12), diakui cukup memengaruhi stabilitas permainan tim di lapangan.
Selain minimnya variasi serangan, pertahanan The Lasmojo juga tidak sekokoh kala mereka bermain di kompetisi Liga 2. Meski beberapa posisi telah diisi pemain pelapis, namun hal itu belum cukup menjamin Laskar Majapahit mampu lolos sampai ke fase puncak.
Namun, kondisi itu diakui pelatih PSMP, Jamal Yastro sebagai situasi yang tak bisa dipaksakan. Pasalnya, manajemen memberikan keleluasaan kepada beberapa pemain untuk tidak wajib hadir saat PSMP berlaga di Piala Indonesia.
Selain kontrak kerja sama yang akan segera berakhir, faktor jarak dan akomodasi juga menjadi pertimbangan manajemen. Terutama terhadap pemain yang berasal dari kawasan Indonesia timur.
Dimana, minimnya transportasi menjadi persoalan serius para pemain bisa berkumpul kembali usai libur selama hampir tiga pekan.
’’Kalau soal kontrak, memang sampai Desember. Manajemen memang tidak memanggil semua pemain, ada beberapa yang tidak dipanggil karena jarak dengan asal mereka yang sangat jauh. Sementara Piala Indonesia ini tidak setiap minggu ada pertandingan,’’ terang Jamal.
Kendati demikian, dia memastikan bahwa pola dan strategi bermain Indra Setiawan dkk tidak banyak berubah dari sebelumnya. Meski terdapat penurunan kualitas, namun hal itu wajar.
Dengan alasan anak asuhnya baru saja bergabung setelah tiga pekan tanpa aktivitas tim. Tidak hanya itu, jadwal berkumpul yang terlalu mepet dengan pertandingan membuat permainan PSMP kurang siap.
’’Kita baru kumpul lagi tiga hari sebelum pertandingan. Jadi, banyak penurunan kualitas. Terutama soal fisik yang masih butuh penyesuaian lagi,’’ imbuhnya. Dari daftar nama pemain yang absen, beberapa di antaranya adalah pemain inti.
Sebut saja Djayusman Triasdi yang harus digantikan Muijb Ridwan di posisi center bek. Lalu, Finky Pasamba yang diisi Hariyanto di gelandang bertahan, Andre Dio digantikan David Nurcahya di pos gelandang.
Kemudian Ricky Kambuaya yang digantikan Kartanto di posisi playmaker, Haris Tuharea yang diisi Derry Rachman Noor di posisi penyerang. Serta Krisna Adi yang sempat viral akibat penalti kontroversial, juga tak kunjung menampakkan hidung.
’’Pemain yang jauh memang tidak dipanggil. Kalau Krisna, kita belum tahu bagaimana. Karena pas kami hubungi, kontaknya tidak aktif,’’ pungkasnya.
Editor : Moch. Chariris