Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Satu Manusia Seribu Wajah

Moch. Chariris • Selasa, 25 September 2018 | 05:00 WIB
satu-manusia-seribu-wajah
satu-manusia-seribu-wajah



RUPA-RUPA wajah dalam panggung kehidupan menggambarkan karakteristik manusia dalam lakon kehidupan. Ada karakter antagonis, protagonis, tritagonis dan jenaka.


Itu adalah warna-warni dalam kehidupan. Penari Sujopo Sumarapurbo menghadirkannya dalam satu tubuh di altar Petirtaan Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (18/9) lalu.


Sujopo mengemasnya lebih modern di depan ribuan pengunjung di tengah ritual Ruwat Tirta sumber air dari empat penjuru Gunung Penanggungan. Tari seribu topeng tersebut menampilkan ragam karakter.


Di antaranya adalah Panji Asmoro Bangun, Dewi Sekartaji, Klana Sewandana, Bapang hingga karakter pentul yang jenaka dan mengundang tawa ribuan pengunjung. Bahkan, ada penonton yang nekat naik ke altar untuk sekadar memberi saweran.


Tarian etnik nan sakral ini dikemas lebih segar dan modern oleh Sujopo Sumarapurbo. Pria kelahiran 1950 tahun lalu itu sangat piawai dan selalu menjiwai dari karakter satu kekarakter berikutnya secara totalitas.


Meski umurnya hampir 70 tahun, namun tubuhnya masih terlihat kekar. Ia masih aktif meloncat ke nanan dan ke kiri demi memerankan figur karakter topeng yang dikenakan.


Memang, pria asal Oro-Oro Ombo Kota Batu tersebut setiap tahun selalu hadir dalam ritual di Petirtaan Jolotundo. Selain mementaskan tari topeng, ia juga menyucikan diri di petirtaan peninggalan Raja Airlangga setiap Bulan Sura tiba.


 


 


 

Editor : Moch. Chariris
#petirtaan jolotundo