Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bawa Papan Peringatan, Hentikan Mobil Bermasalah

Moch. Chariris • Senin, 21 Agustus 2017 | 06:00 WIB
bawa-papan-peringatan-hentikan-mobil-bermasalah
bawa-papan-peringatan-hentikan-mobil-bermasalah



MOJOKERTO - Tingginya angka kecelakaan di jalur alternatif Cangar-Pacet, Kabupaten Mojokerto membuat para relawan terpanggil hatinya. Dengan senang hati mereka menjaga pengendara agar tidak celaka di sepanjang turunan mematikan. Tak jarang, harus berangkat pagi dan pulang malam demi keselamatan pengendara.


Keberadaan relawan Mojokerto seakan tak mengenal waktu dan letih demi mengemban misi kemanusiaan. Tidak hanya ikut menangani bencana alam, potensi kecelakaan yang membahayakan keselamatan pengendara pun menjadi perhatian. Seperti yang terlihat di jalur Cangar-Pacet, Kabupaten Mojokerto belakangan ini. Hampir setiap hari, khususnya di akhir pekan atau libur Nasional. Sejak pagi, siang, sore hingga malam, jalur tersebut tidak pernah sepi dari keberadaan mereka.


Ya, kondisi itu tak lepas dari banyaknya kecelakaan melibatkan wisatawan akibat kendaraan mengalami rem blong. Apalagi, peristiwa itu terjadi di jalur alternatif dan favorit wisatawan. Baik dari arah Batu maupun Mojokerto. ’’Kami prihatin dengan banyaknya kecelakaan akibat rem blong di jalur itu,’’ ungkap Didik Soedarsono, relawan PMI Kabupaten Mojokerto.


Sebab, di jalur yang memiliki tanjakan, tikungan dan turunan ektrem ini lebih berbahaya dibanding jalur lainnya. Tak jarang, pengendara melintas mengalami kecelakaan karena rem blong. Baik sepeda motor, mobil pribadi, elf dan truk. Selain luka-luka, tak sedikit korban meregang nyawa.


Beberapa minggu terakhir ini, sebuah truk terjun bebas ke dalam jurang kedalaman 30 meter. Tepatnya, di turunan Kemiri-Pacet. Akibatnya, sang sopir tewas di lokasi. Tubuhnya terlempar keluar dari ruang kemudi melalui kaca depan. Setelah truknya menghantam pohon besar. ’’Dan masih banyak peristiwa serupa terjadi di jalur ekstrem ini,’’ kata Didik.


Dari data di lapangan, kecelakaan sepeda motor akibat rem blong terjadi setiap hari libur. Baik hari minggu atau hari-hari besar. Rata-rata, ada lima sampai enam pengendara celaka di jalur tersebut. Khusunya untuk kendaraan jenis matik. ’’Itu (matik, Red) yang paling rawan mengalami rem blong. Artinya, jalur Cangar-Pacet ini masih menjadi momok bagi pengendara,’’ tuturnya.


Kondisi itu membuat tim relawan yang tergabung di Mojokerto, turun membantu menekan dan menghindari kecelakaan. Utamanya, bagi wisatawan yang belum mengetahui medan, dan baru melintas. ’’Kami sekarang rutin, dan bisa dipastikan stand by. Biasanya mulai pukul 10.00 sampai 19.00, atau bahkan pukul 21.00 kalau jalur masih ramai,’’ bebernya.


Puluhan relawan yang diterjunkan juga di standby-kan di tiga titik paling rawan. Pertama, di turunan AMD atau KM 5. Tugas mereka memantau dan memberikan info kepada tim yang beradai di turunan selanjutnya. Itu saat melihat ada pengguna jalan melaju kencang.


Kedua, tepat diturunan Kemiri atau KM 4. Di tempat ini, sembari membawa papan peringatan, mereka menghentikan mobil yang remnya terbakar atau berasap.  Untuk kemudian didinginkan atau diistirahatkan. Sedangkan, di titik ke tiga, tepat di tikungan Gotean, Desa/Kecamatan Pacet tim relawan lain juga di-stand by-kan. ’’Karena, di sini akhir dari turunan tajam. Dan ada tikungan tajam, banyak kejadian motor terjungkal akibat rem blong,’’ tuturnya.


Bahkan, sejumlah papan peringatan seperti: Rem Anda Terbakar, harus dibuat dan dibawa tim relawan untuk diberitahukan kepada pengendara. Yakni, pada mobil atau motor yang ditumpangi dalam kondisi membahayakan. Pilihan itu tak lepas setelah sebelumnya, para pengendara banyak mengabaikan imbauan berupa banner atau rambu-rambu lainnya. ’’Dengan cara ini, harapannya kecelakaan bisa ditekan seminim mungkin. Jangan sampai terjun ke jurang,’’ pungkasnya.


Editor : Moch. Chariris
#rawan kecelakaan