KOTA - Bangunan Taman Bahari Mojopahit (TBM) di kawasan Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon, semakin mengalami rusak setelah dua tahun. Kerusakan itu seperti lampu hias yang pecah dan hilang serta amblasnya paving pelataran.
Berbagai kerusakan itu terdapat di area taman terbuka sisi timur Jalan Blooto-Pulorejo. Kompleks yang menjadi bagian dari proyek tahap pertama TBM senilai Rp 15,7 miliar tersebut dibangun pada 2023. Namun, hingga dua tahun berlalu, kawasan bakal wisata ini belum dimanfaatkan untuk wisata alias muspro.
Yang ada, justru bangunanya sudah banyak yang rusak. Seperti salah satu lampu hias taman yang kacanya mengalami pecah. Kondisi tersebut setidaknya sudah terjadi sejak bulan lalu.
’’Sepertinya dipecah orang, kalau rusak sendiri tidak mungkin,’’ kata petugas penyiram tanaman yang tak menyebutkan namanya, kemarin (18/6).
Selain ornamen, kerusakan fasilitas TBM juga menyasar paving pelataran yang jebol. Lantai di sudut dekat deretan gazebo dibiarkan amblas. Petugas itu menyatakan, lampu-lampu sorot taman sebelumnya juga hilang diduga dicuri.
’’Tapi sudah diganti lagi, termasuk besi penutup tiang lampu penerangan yang juga sempat hilang,’’ imbuh dia.
Kondisi TBM yang kian miris sebelumnya mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Seperti anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto Wahju Nur Hidayat yang mendorong supaya kompleks bakal wisata yang pembangunnya total sudah menelan biaya Rp 27,7 miliar itu segera difungsikan.
’’Karena sudah menggunakan anggaran, kami mendorong agar TBM segera bisa dimanfaatkan,’’ ucapnya, Rabu (4/6).
Di sisi lain, politikus PKB itu mempertanyakan perencanaan pembangunan TBM lantaran rawan mengalami banjir. Wahju menilai, sebagai kompleks bakal wisata yang masuk proyek strategis nasional, TBM semestinya minim ancaman bencana.
’’Tempo hari kami sudah minta untuk diperbaiki agar tidak timbul genangan, tapi kondisinya sekarang kok seperti tambah parah,’’ tandas dia. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi