Panen Biji Kangkung di Dawarblandong Mojokerto untuk Bahan Kosmetik Ekspor

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:09 WIB
KOMODITAS: Petani mengangkat tanaman kangkung yang mengering untuk memanen biji dengan mesin khusus di area persawahan, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8). (Sofan Kurniawan/JPRM)
KOMODITAS: Petani mengangkat tanaman kangkung yang mengering untuk memanen biji dengan mesin khusus di area persawahan, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8). (Sofan Kurniawan/JPRM)

DAWARBLANDONG - Di saat puncak musim kemarau membuat persawahan mengering, para petani di Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, justru meraup berkah dari tanaman kangkung. Menariknya, kangkung yang ditanam warga bukan untuk dikonsumsi daunnya, melainkan dipanen bijinya sebagai bahan baku industri kosmetik luar negeri, Senin (10/8).

Slamet, salah seorang petani setempat, menuturkan komoditas ini menjadi penyelamat ekonomi warga di tengah kondisi lahan yang krisis air. Berbeda dari kangkung sayur pada umumnya, tanaman kangkung di kawasan ini dibiarkan tumbuh hingga berbunga dan menghasilkan biji.

’’Yang kami manfaatkan itu bijinya, bukan daunnya. Biji kangkung dari sini sudah banyak yang diekspor ke luar negeri untuk bahan baku pembuatan kosmetik,’’ ujar Slamet saat memanen hasil tanamnya di persawahan setempat.

Keunggulan biji kangkung yang kaya akan kandungan nutrisi dan antioksidan menjadikannya salah satu bahan alami yang diminati industri kecantikan global. Potensi pasar ekspor ini terbukti mampu menjaga taraf hidup dan memberikan penghasilan stabil bagi petani Dawarblandong meski di tengah ancaman kekeringan. (fan/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
panen kangkung biji kangkung bahan kosmetik petani dawarblandong kabupaten mojokerto