Pohon Kurma Ajwa Masjid Al-Mubarok Kota Mojokerto Berbuah Lebat

Moch. Chariris • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:11 WIB
DIKENAL MENYIMPAN KHASIAT: Santri TPQ melihat kelebatan buah pohon kurma jenis ajwa yang berdiri di pelataran Masjid Al-Mubarok, Jalan Riyanto, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin (4/8). (Moch. Chariris/JPRM)
DIKENAL MENYIMPAN KHASIAT: Santri TPQ melihat kelebatan buah pohon kurma jenis ajwa yang berdiri di pelataran Masjid Al-Mubarok, Jalan Riyanto, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin (4/8). (Moch. Chariris/JPRM) 

Tiga Ribu Paket Siap Dibagikan Gratis kepada ’’Pejuang Garis Dua’’

KOTA - Di tengah musim kemarau ekstrem, saat ini buah pohon kurma di pelataran Masjid Al-Mubarok, Jalan Riyanto, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto justru berbuah lebat. Hal itu tampak dari kelebatan buah kurma jenis ajwa yang menempel di tandan-tandan pohon.

Pengurus Takmir Masjid Al-Mubarok bahkan menilai jumlah tandan dan biji buah kurma berwarna hijau-kekuningan ini lebih banyak dari sebelumnya. ’’Kalau dua bulan lalu kita panen dua janjang, sekarang ini tahap kedua kita taksir bisa panen sampai 12 janjang. Dan estimasinya bisa kita kemas untuk paket (kurma) sebanyak 3 ribu pieces,’’ ungkap Panitia Pembagian Kurma Masjid Al-Mubarok, Agung, kemarin (4/8).

Sedianya, buah kurma tersebut akan dipanen Takmir Masjid Al-Mubarok pada Sabtu (8/8), kemudian dibagikan kepada masyarakat umum pada Minggu (9/8) pagi pukul 05.00 WIB secara gratis. Sehingga untuk mengantisipasi kepadatan masyarakat yang sama-sama berharap keberkahan buah kurma, panitia bakal menerapkan skema pembagian menggunakan kupon. ’’Nah, kupon itu yang nanti ditukarkan kepada panitia untuk mendapatkan kurma. Satu paket kurmanya berisi 11 biji,’’ imbuh Agung.

Ia menuturkan, manfaat buah dari pohon kurma berusia 36 tahun tersebut diyakini oleh sebagian masyarakat dapat membantu program kehamilan (promil) bagi para pejuang garis dua. Selebihnya dipandang berkhasiat untuk membantu proses pengobatan berbagai macam penyakit.

’’Insya Allah manfaatnya itu untuk program promil. Makanya, ini akan dibagikan kepada pejuang garis dua. Ini adalah bagian dari ikhtiar. Namun, soal hasil tetap Allah SWT yang menentukan,’’ imbuhnya.

Pejuang garis dua adalah sebutan bagi pasangan suami-istri (pasutri) yang sedang berjuang mendapatkan keturunan, ditandai dengan harapan melihat dua garis biru atau merah pada alat uji kehamilan (testpack).

Disinggung terkait minat masyarakat yang dari tahun ke tahun terus meningkat, Agung menyatakan, panitia akan membantu semaksimal mungkin agar para ’’pejuang garis dua’’ dari berbagai daerah tersebut mendapatkan jatah seperti yang ditentukan.

Utamanya bagi warga luar kota, bahkan luar pulau yang belakangan ini antusiasmenya cukup tinggi. Khususnya dalam hal sedang proses berjuang menjalankan promil (program hamil) karena belum memiliki keturunan selama bertahun-tahun. Yakni masyarakat dapat langsung menghubungi panitia, takmir masjid, atau melalui media sosial official resmi Masjid Al-Mubarok.

’’Bisa japri (WhatsApp) kami atau DM (direct message) ke media sosial kami. Insya Allah kami akan membantu semaksimal mungkin, termasuk menyediakan penginapan di rumah-rumah warga atau di masjid,’’ pungkasnya. (ris/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pohon kurma ajwa masjid al-mubarok pejuang garis dua Kota Mojokerto