Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Masa MPLS, Polres Mojokerto Kota Tekan Aksi Perundungan di Sekolah

Martda Vadetya • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:58 WIB
BERI PEMAHAMAN: Petugas Polsek Jetis memberi edukasi tentang bullying pada peserta MPLS SMKN 1 Jetis, Selasa (14/7). (Martda JPRM)
BERI PEMAHAMAN: Petugas Polsek Jetis memberi edukasi tentang bullying pada peserta MPLS SMKN 1 Jetis, Selasa (14/7). (Martda JPRM)

KOTA - Berlangsungnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) saat ini mendapat perhatian serius dari kepolisian. Polres Mojokerto Kota turut melakukan pencegahan terhadap potensi terjadinya aksi perundungan atau bullying di lingkungan sekolah selama masa orientasi bergulir.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto menuturkan, pencegahan bullying di kalangan pelajar menjadi perhatian serius pihaknya. Langkah ini menjadi bagian dari peran kepolisian dalam membentuk karakter generasi muda.

’’Kami ingin memastikan para pelajar ini memiliki pemahaman yang baik mengenai bullying. Mulai dari bentuk-bentuknya maupun dampak buruk dari perundungan itu sendiri,’’ ujarnya, kemarin (15/7).

Untuk itu, kepolisian menggandeng sejumlah sekolah agar sosialisasi dan pencegahan bullying tersampaikan pada siswa dalam momen MPLS. Seperti yang dilakukan Polsek Jetis di SMKN 1 Jetis pada Selasa (14/7). Para peserta didik baru dan lawas diberi pemahaman untuk menjauhi aksi perundungan.

Adapun lima jenis bullying yang patut dihindari. Yakni, verbal atau mengejek, fisik dengan memukul, sosial lewat pengucilan, siber melalui internet dan secara seksual. Sebab dampak destruktif perundungan berjangka panjang dan memengaruhi fisik serta mental para korban.

’’Tujuannya agar para pelajar ini mampu menghindari maupun mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah,’’ terangnya. Pengerahan personel ke lingkup sekolah ini dilakukan secara menyeluruh di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota sebagai bagian dari langkah optimalisasi pencegahan.

Kapolres menyebut, selain perundungan pihaknya turut mengedukasi pelajar terkait safety riding dan bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat Adiktif (NAPZA). Sebab, aspek keselamatan berlalu lintas dan bahaya narkotika tak kalah penting bagi kalangan remaja.

’’Remaja merupakan kelompok rentan terhadap berbagai pengaruh negatif. Edukasi sejak dini sangat penting agar mereka punya bekal pengetahuan, mampu bersikap serta berani melaporkan apabila mengetahui tindak pidana maupun perilaku menyimpang di lingkungan sekitarnya,’’ tandas mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya, ini. (vad/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
aksi perundungan perundungan di sekolah mpls kota mojokerto polres mojokerto kota