Imbas Pengerjaan Proyek Jembatan
KABUPATEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto berkolaborasi dengan kepolisian dan dinas perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan total dan pengalihan arus kendaraan di lima titik strategis. Kebijakan ini menyusul dimulainya pengerjaan proyek pembangunan lima jembatan baru yang berlangsung secara serentak.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, mengimbau para pengguna jalan untuk memperhatikan peta jalur pengalihan arus lalu lintas demi mengantisipasi kemacetan dan menjaga kelancaran berkendara.
’’Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan para pengguna jalan selama proses pengerjaan ini. Proyek pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya, kemarin (29/6).
Pertama pembangunan Jembatan Sajen, Kecamatan Pacet. Jalur ditutup total di area jembatan eksisting (dekat Bundaran Pacet/Polsek Pacet) dari 22 Juni sampai 30 November 2026. Sehingga penguna jalan diarahkan memanfaatkan rute pengalihan arus. ’’Dari Gondang menuju Pacet, pengendara diarahkan melewati Jalan Raya Gondang-Pacet, sesampainya di rambu 02 belok kiri ke arah Sumberan (Patung Sapi), lalu belok kanan menuju Pacet-Trawas,’’ tuturnya.
Sebaliknya, dari Gondang menuju Cangar-Batu, sesampainya di Rambu 03, bisa belok kanan ke arah Pondok Pesantren Sabilul Rahmah/MA Unggul Sabira IIBS sampai Jalan Cangar-Pacet, kemudian belok kanan menuju arah Cangar-Batu. Kedua, pembangunan Jembatan Belik, Kecamatan Trawas dengan pelaksanaan 22 Juni-30 November 2026.
Jalur utama ini ditutup total di titik lokasi pekerjaan jembatan. Jalu dialihkan menggunakan rute alternatif. Bagi kendaraan dari Pandaan menuju Mojokerto diarahkan lewa jalan Airlangga belok kiri jalan Kartini arah ke Sumber Gempong. Sebaliknya, dari Mojokerto diarahkan melalui jalan Pahlawan lurus terus mengikuti jalan raya Tretes-Trawas.
Selanjutnya pembangunan Jembatan Klanting, Jalan Desa Beru-Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong juga ditutup total dekat area Bendungan Palorejo dan SDN Pulorejo 1. Pelaksanaan 22 Juni -18 Desember 2026. ’’Seluruh kendaraan dari arah Jalan Desa Beru menuju Pulorejo dialihkan memutar ke selatan melewati Jalan Raya Dawarblandong, kemudian masuk kembali ke jalur penghubung Jalan Pulorejo. Pengaturan ini berlaku dua arah dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam di jalur pengalihan,’’ jelas Yuni.
Keempat, ada pembangunan Jembatan Lolawang, Kecamatan Ngoro juga ditutup total di titik proyek dekat kawasan industri NIP (Ngoro Industri Persada) dari 22 Juni-30 November 2026. Arus lalu lintas dari arah Mojosari/Mojokerto menuju Gempol ada dua jalur alternatif.
Pertama melalui jalur utama Mojosari-Gempol, lalu kedua dari arah SMK Habibi, sebelum titik proyek kendaraan bisa belok kiri ke Desa Purwojati menuju ke jalur utama Mojosari-Gempol. ’’Sebaliknya kendaraan yang dari arah Gempol-Mojosari diarahkan melalui jalur utama, melewati depan Terminal Mojosari/Ngoro,’’ tuturnya.
Terakhir, terang Yuni, pembangunan Jembatan Sumberkembar IV, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Ditutup 22 Juni-18 Desember 2026. Arus lalu lintas dari arah Dusun Sumberkembar menuju Desa Wonodadi dialihkan melalui Jalan Pekukuhan Wonodadi-Jalan Desa Wonokoyo-Jalan Sutrisno. Sebaliknya kendaraan dari arah balai Desa Wonodadi menuju Dusun Sumberkembar diarahkan lewat jalan Sutrisno-jalan Desa Wonokoyo.
’’Jadi, kami mengimbau kepada masyarakat luas untuk mematuhi penunjuk arah yang sudah disiapkan. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalur pengalihan demi mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah