Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Soal Kelangkaan BBM Subsidi di Mojokerto, Begini Penjelasan dari Pertamina Patra Niaga

Martda Vadetya • Selasa, 30 Juni 2026 | 03:43 WIB
TAK SAMPAI MENGULAR: Kondisi antrean BBM subsidi di SPBU Pertamina 54.613.01 Kota Mojokerto tampak berangsur normal, kemarin (29/6). (Martda JPRM)
TAK SAMPAI MENGULAR: Kondisi antrean BBM subsidi di SPBU Pertamina 54.613.01 Kota Mojokerto tampak berangsur normal, kemarin (29/6). (Martda JPRM)

SEMENTARA itu, kelangkaan BBM subsidi di Kota Mojokerto dalam sepekan terakhir kini bertahap terkendali. Stok Biosolar dan Pertalite di sejumlah SPBU tampak kembali tersedia. Pertamina mengklaim rantai pasokan BBM subsidi telah normal seiring dilakukan penyesuaian pola dan kuota penyaluran terhadap adanya peningkatan kebutuhan pada sejumlah SPBU.

Seperti di SPBU Pertamina 54.613.38, Jalan Raya Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Dispenser Biosolar dan Pertalite melayani pelanggan secara bergiliran. Antrean kendaraan tampak tak sampai mengular seperti sebelumnya. ’’Beberapa hari ini BBM subsidi normal. Insya Allah besok normal juga,’’ ujar operator di SPBU tersebut.

Sejumlah pom bensin lainnya mengalami hal serupa. Termasuk SPBU Pertamina 54.613.01, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Stok BBM subsidi kembali tersedia tanpa antrean panjang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi menuturkan, kelangkaan BBM subsidi di Mojokerto belakangan ini akibat adanya peningkatan kebutuhan masyarakat.

Sehingga, sejumlah langkah diterapkan untuk menjaga ketersediaan stok Biosolar dan Pertalite. Pertama, menyalurkan BBM dengan volume di atas rata-rata konsumsi normal harian secara bertahap di Mojokerto maupun wilayah Jawa Timur secara keseluruhan. ’’Saat ini, penyaluran Pertalite telah mencapai 96,6 persen dan Biosolar 103,3 persen dari kuota kumulatif tahun berjalan,’’ ungkapnya, kemarin (29/6).

Optimalisasi distribusi BBM ini, lanjut Ahad, didukung jaringan infrastruktur terintegrasi di Jawa Timur selama 24 jam penuh. Termasuk untuk menerapkan skema alih suplai dan peningkatan kapasitas distribusi. ’’Kami juga menambah kapasitas angkut operasional armada mobil tangki sebesar 608 kiloliter, sehingga total kapasitas distribusi mencapai 22.196 kiloliter per hari,’’ bebernya.

Ahad menyebut, pola pengiriman BBM dengan mobil tangki dilakukan lebih awal agar pasokan tiba di SPBU pagi hari. Langkah ini disebut untuk menekan terjadinya antrean mengular pada jam sibuk. ’’Penyaluran kami tingkatkan di atas rata-rata kebutuhan normal, armada mobil tangki kami tambah, serta pola distribusi terus kami evaluasi secara berkala,’’ terang Ahad.

Pihaknya memastikan, Pertamina tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM subsidi. Selain sesuai kuota masing-masing kendaraan pada barcode MyPertamina. ’’Kalau ada, itu pengaturan dari SPBU sebagai upaya pemerataan agar semua pelanggan terpenuhi kebutuhan BBM-nya,’’ tandasnya.

Ahad menambahkan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. ’’Tidak perlu khawatir karena pasokan BBM terus disalurkan secara berkesinambungan dan dalam kondisi aman,’’ tukasnya. (vad/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kelangkaan bbm subsidi #bbm subsidi di mojokerto #Pertamina Patra Niaga