Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah belakangan menjadi peluang emas bagi kreator konten untuk mendulang cuan. Para pembuat konten berkesempatan untuk mendongkrak pendapatan dengan terus produktif dan konsisten menayangkan karya di platform digital.
SALAH satu kreator konten asal Kota Mojokerto, Eko Misdiyantoro mengungkapkan, naiknya kurs dolar AS membuka asa bagi pelaku konten untuk meningkatkan penghasilan. Pasalnya, sumber pendapatan dari hasil monetisasi dikonversi dalam bentuk dolar AS. ’’Bagi content creator memang diuntungkan dengan kenaikan dolar,’’ ungkapnya, kemarin (11/6).
Namun, sebut dia, kesempatan ini hanya dapat ditangkap dengan tetap menjaga konsistensi, interaksi penonton, dan jumlah karya yang ditayangkan. Karena itu, pemilik kanal YouTube dan akun Facebook (FB) Pro yang mengeksplor alam ini menguggah konten rutin setiap setiap hari. ’’Untuk pendapatan itu kan tergantung, kalau tetap konsisten bikin video dan penonton kita banyak ya otomatis ikut naik,” ujarnya.
Menurut Eko, dia lebih mengutamakan untuk mengunggah konten di kanal YouTube yang kini telah memiliki sebanyak 703 ribu subscriber. Selebihnya, konten juga ditayangkan lewat akun FB Pro dengan 277 ribu pengikut. Dari kedua platform digital tersebut, nilai pendapatan yang dihasilkan cukup menjanjikan dengan menembus ratusan dolar AS per bulan. ”Total dari YouTube dan Facebook sekitar 500 (dolar AS), kalau lagi rezeki kadang ya bisa 700 (dolar AS),” ujarnya.
Sehingga, saat kurs dolar sempat terkerek di angka Rp 18.000, pelaku konten turut kecipratan berkah. Karena keuntungan yang diperolehnya juga turut terkatrol naik. ”Kalau akumulasinya sesuai dengan persentase kenaikan nilai dolar,” imbuh warga asal Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, ini.
Eko menyatakan, peluang untuk mendapatkan cuan sebenarnya terbuka bagi semua pengguna platform digital. Karenanya, dia menyarankan agar pelaku media sosial dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. ”Manfaatkan media sosial untuk mendapatkan income atau penghasilan. Meskipun awalnya dari iseng-iseng, tapi kalau prospek bisa dilanjutkan secara konsisten,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah