KABUPATEN - Setahun mengaspal, armada Trans Jatim koridor VI mencatatkan peningkatan yang signifikan dalam okupansi penumpang. Bus Patih Gajah Mada rute Mojokerto-Sidoarjo ini mengangkut total 854 ribu lebih pengguna tansportasi publik.
Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jawa Timur Akhmad Yazid menyatakan, Trans Jatim koridor VI menjadi salah angkutan yang menjadi primadona masyarakat. Dari 14 armada dan 1 bus cadangan, tingkat keterisiannya hampir selalu dipenuhi penumpang. ’’Koridor VI memang bagus karena rute jalur yang dilalui cukup strategis,’’ ungkapnya, Senin (8/6).
Sejak dioperasikan Mei 2025 lalu, jumlah penumpang Trans Jatim koridor VI mengalami lonjakan secara graduatif. Dari jumlah penumpang 18.475 orang di bulan perdana, kemudian naik hingga tiga kali lipat menjadi 60.053 penumpang pada bulan Juni 2025.
Selanjutnya, tren pengguna angkutan umum jurusan Terminal Kertajaya-Terminal Porong pulang pergi (PP) ini masih positif hingga akhir tahun lalu. Bahkan, Desember 2025 menjadi bulan yang tertinggi dengan meraup 79.331 penumpang.
Demikian di tahun 2026, jumlah penumpang masih relatif stabil. Masing-masing pada Januari sebanyak 75.801 penumpang, Februari 67.062 penumpang, Maret 71.419 pemumpang, April 77.254 penumpang, dan Mei 2026 sejumlah 69.461 penumpang. ’’Selain memang jalur bagi segmen pekerja dengan tujuan Ngoro dan Gempol, banyak penumpang juga dari sektor perdagangan dan juga wisata,’’ tutur Yazid.
Terbukti, titik pemberhentian penumpang terbanyak Trans Jatim koridor VI adalah di shelter dan rambu Pasar Legi, Kecamatan Mojosari. Selanjutnya disusul tujuan di Kecamatan Ngoro dengan titik pemberhentian di shelter dan rambu Manduro dan Ngoro Industri Persada (NIP). ’’Dalam periode setahun, total ada 854.542 pengguna bus Trans Jatim di koridor VI,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah