Pemberhentian Trans Jatim Koridor III Mojokerto-Gresik
KOTA - Sarana dan prasarana operasional bus Trans Jatim di wilayah Mojokerto terus dilengkapi. Saat ini, Dishub Jawa Timur (Jatim) tengah merencanakan untuk memasang empat halte portabel di rute koridor III Mojokerto-Gresik.
”Rencananya ada empat titik yang akan dipasangi halte portabel baru,” ujar Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid, kemarin (8/6). Ia menjelaskan, pemasangan halte portabel dikhususkan pada titik pemberhentian yang sebelumnya hanya memakai rambu dan marka saja.
Namun, saat ini pihaknya belum bisa menjelaskan titik mana saja yang akan dipasangi halte yang mudah dibongkar pasang dan dipindahkan tersebut. Akan tetapi, ia memastikan, penentuan titiknya berdasarkan hasil koordinasi Dishub Jatim dengan pengelola. ”Karena penentuan titiknya sesuai kebutuhan dari operasional Trans Jatim koridor III sendiri,” terangnya.
Pemasangan prasarana dan fasilitas penunjang angkutan umum tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini. ”Untuk pemasangannya kami masih menunggu kabar lanjutan dari bidang angkutan,” tandas Yazid.
Sejauh ini, koridor III memiliki 68 titik pemberhentian yang tersebar di sepanjang jalur lintasan 30,4 kilometer (km). Sesuai rute Terminal Kertajaya-Kota Mojokerto-Gedeg-Jetis-Dawarblandong-Gresik. Beberapa di antaranya belum dipasangi halte atau sebatas rambu pemberhentian bus.
Tujuan pemasangan halte ini tak lain sebagai fasilitas penunjang pemberhentian untuk memuat dan menurunkan penumpang. Sekaligus menambah kenyamanan penumpang serta menjamin keselamatan dengan tidak naik atau turun di tempat berbahaya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah