Tempati Lahan Perhutani Seluas 55 Hektare
KABUPATEN - Lahan milik Perhutani seluas 55 hektare di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, bakal disulap menjadi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Area itu nantinya menjadi kompleks militer satuan baru dari TNI-AD yang di dalamnya juga terdapat kawasan pertanian hingga peternakan.
Kepala Desa Gunungsari Susanto mengatakan, wilayahnya dipilih menjadi tempat pembangunan markas satuan baru karena dinilai strategis. Selama ini, lahan Perhutani yang dikelola KPH Mojokerto itu ditanami kayu putih dan tanaman garapan petani pesanggem. ’’Sebagian besar pesanggem dari warga Dusun Sekiping, Desa Dawarblandong. Kami berperan ikut sosialisasi ke warga dan sudah ada pertemuan-pertemuan di balai dusun,’’ tuturnya, kemarin (6/6).
Menurutnya, Yonif TP bukan sekadar markas tentara dengan bangunan kantor, asrama, dan lapangan tembak. Nantinya, sebagian lahan akan dikelola menjadi area produktif terkait ketahanan pangan hingga infrastruktur. ’’Di situ nanti ada pertanian, peternakan, konstruksi. Sebagian tanahnya untuk tanaman padi, jagung, terus untuk peternak sapi, ayam, kambing, begitu informasinya,’’ imbuh dia.
Tahapan pembangunan Yonif TP di Desa Gunungsari telah diawali dengan peninjauan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin ke lokasi, Kamis (4/6). Menurutnya, tanah seluas 55,58 hektare yang berstatus kawasan hutan tidak produktif (KHTP) itu strategis secara sisi pertahanan dan pengembangan wilayah. ’’Lokasi ini sangat premium dan bagus. Secara geospasial juga cukup bagus. Jarak ke kampung sekitar 200 meter,’’ kata Rudy.
Ia menargetkan pembangunan tahap pertama batalyon baru ini tuntas pada pertengahan Juli nanti. Pada tahap awal tersebut, sejumlah fasilitas utama ditarget sudah berdiri, meliputi empat unit barak konvensional, dapur, garasi alat berat, empat unit rumah dinas tipe 45, serta satu unit rumah dinas tipe 70. Fasilitas ini dipersiapkan untuk menyambut kedatangan pasukan gelombang pertama yang dijadwalkan tiba 26 Juli. ’’Prajurit yang akan datang nanti sekitar 600 orang,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto Letnan Kolonel Infanteri Abi Swanjoyo mengatakan, koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dilakukan sejak tahap perencanaan. Pasalnya, lahan yang akan digunakan selama ini dimanfaatkan untuk pertanian oleh warga dari Desa Gunungsari, Jatirowo, dan Dawarblandong. ’’Agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,’’ ujarnya.
Menurut Abi, Yonif TP ini ke depan akan dikembangkan menjadi kompleks militer terpadu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Antara lain perumahan dinas militer, kantor markas satuan, lapangan olahraga, kolam renang, lapangan tembak, lapangan halang rintang, hingga sarana ibadah. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah