DLH Kabupaten Mojokerto juga menegaskan jika keberhasilan tata kelola sampah tidak lepas dari peran aktif masyarakat. Termasuk keterlibatan aktif pengelolaan sampah plastik dan kardus oleh bank sampah induk. ”Lebih jauh, intervensi pengelolaan sampah dari sumbernya kita perkuat hingga tingkat RT melalui peran aktif para kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang mengedukasi warga agar memilah sampah langsung dari rumah,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono.
Menurutnya, upaya pengendalian sampah plastik di Mojokerto sangat krusial, mengingat tingginya volume harian yang bermuara di tempat pembuangan akhir (TPA). Bahkan, volume harian, TPA induk Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo menerima beban sampah hingga 90 ton. Berdasarkan data, sampah organik masih mendominasi sekitar 60-70 persen, yang kemudian diolah menjadi kompos atau pupuk di dua fasilitas utama. ”Sementara sampah anorganik, termasuk plastik, menyumbang sekitar 30-40 persen,” tandasnya.
Rachmat Suharyono tidak menampik adanya tantangan besar terkait keterbatasan infrastruktur. Saat ini, DLH Kabupaten Mojokerto masih kekurangan alat berat untuk mengolah plastik menjadi bahan baku seperti biji plastik atau bahan bakar alternatif (RTF/RDF). Pihaknya berharap, ke depan Kabupaten Mojokerto dapat memiliki mesin pengolah berkapasitas besar. ”Dengan begitu, kita bisa mengolah sampah plastik secara masif dan menarik minat perusahaan-perusahaan besar untuk menyerap hasil olahan tersebut,” ulasnya.
Sebagai bentuk motivasi dan apresiasi atas partisipasi masyarakat, DLH Kabupaten Mojokerto juga terus mendorong program lomba Desa Berseri. Dalam waktu dekat, kegiatan apresiasi lingkungan hidup akan dipusatkan di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen luar biasa dalam mewujudkan tata kelola lingkungan hidup yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. ”Prinsipnya penanganan sampah butuh komitmen bersama, dari hulu dan hilir, bukan tanggung jawab satu pihak. Pemerintah, swasta, masyarakat dan semua komunitas harus ikut peran aktif,” pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah