Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

1.845 Keluarga Miskin Kantongi Kartu Sejahtera

Khudori Aliandu • Jumat, 5 Juni 2026 | 07:42 WIB
DISTRIBUSI KARTU: Keluarga miskin di Kabupaten Mojokerto terima KKS untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada keluarga penerima manfaat.
DISTRIBUSI KARTU: Keluarga miskin di Kabupaten Mojokerto terima KKS untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada keluarga penerima manfaat.

 

’’Memang semua penyaluran bantuan akan diarahkan melalui KKS, yaitu melalui Himbara. Sekarang mulai dialihkan bertahap ke Himbara, ada 1.845 KPM, tapi juga ada KPM baru,’’

Try Raharjo Murdianto

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto

 

Jadi Alat Transaksi Pencairan PKH dan Sembako

KABUPATEN - Sebanyak 1.845 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Mojokerto. Kartu ini sedianya untuk alat transaksi percepatan pencairan bantuan nontunai untuk keluarga miskin baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Sembako Tahap I Tahun 2026.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, mengatakan penyaluran KKS ini menindaklanjuti arahan dari Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI. Di Kabupaten Mojokerto setidaknya ada 1.845 KPM, baik baru maupun pengalihan dari PT Pos.

’’Memang semua penyaluran bantuan akan diarahkan melalui KKS, yaitu melalui Himbara. Sekarang mulai dialihkan bertahap ke Himbara, ada 1.845 KPM, tapi juga ada KPM baru,’’ ungkapnya.

Menurutnya, para KPM yang menerima bantuan melalui PT Pos kini dialihkan secara bertahap ke sistem Himbara. Proses ini bertujuan untuk mempercepat penyaluran bantuan agar dapat sampai ke tangan penerima manfaat dengan lebih efisien. ’’Perubahan penyaluran melalui bank ini diharapkan lebih efektif dan transparan karena langsung masuk ke rekening penerima,’’ tegasnya.

Kendati begitu, pihaknya meminta warga yang sudah menerima KKS tak perlu risau meski bantuan tersebut belum masuk. Sebab ada proses yang harus dilalui seperti burekol atau pembukaan rekening secara kolektif, proses cek rekening, sukses top up, SPM atau surat perintah membayar, hingga standing instruction (SI).

’’Kalau yang bersangkutan itu sukses sampai ke tahap SI (standing instruktion), ya berarti tinggal menunggu saja karena kementerian sudah memerintahkan penyaluran untuk top up dan bansos kepada rekening penerima bansos,’’ paparnya.

Tejo sapaan akrabnya menegaskan, proses pendistribusian KKS telah dijadwalkan secara bertahap mulai tanggal 19 Mei hingga kemarin (3/6). Sebanyak 1.845 KKS disalurkan kepada KPM di berbagai kecamatan di Kabupaten Mojokerto.  ’’Jumlah penerima bervariasi di tiap wilayah, jumlah tertinggi tercatat di Kecamatan Trowulan sebanyak 300 KKS,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#keluarga miskin mojokerto #kartu sejahtera mojokerto #Pemkab Mojokerto #dinsos kabupaten mojokerto