Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Kasus Kebakaran di Kabupaten Mojokerto Meningkat

Rizal Amrulloh • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:55 WIB
MAKIN TINGGI: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto memadamkan api yang meludeskan tempat usaha warung di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari pada Selasa (19/5) lalu. (Rizal JPRM)
MAKIN TINGGI: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto memadamkan api yang meludeskan tempat usaha warung di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari pada Selasa (19/5) lalu. (Rizal JPRM)

 

Musim Kemarau Naik hingga Dua Kali Lipat 

KABUPATEN - Tren kasus kebakaran di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, peristiwa kebakaran selama musim kemarau pada Mei kemarin naik hingga dua kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumnya. 

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menyebut, kasus kebakaran pada Mei menjadi yang tertinggi di 2026. Selama sebulan, UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) telah menangani sebanyak 10 kejadian. ”Kejadian paling banyak di bulan Mei 2026 karena masuk musim kemarau,” ujarnya, kemarin (2/6). 

Rinaldi merincikan, dari peristiwa kebakaran tersebut mayoritas terjadi di tempat usaha dan kandang ternak dengan 5 kasus. Berikutnya disusul kejadian yang melanda rumah atau permukiman dengan 4 kasus dan lahan 1 kasus. 

Angka kejadian kebakaran sepanjang Mei tersebut mengalami lonjakan hingga 200 persen dibanding sebelumnya. Karena pada triwulan terakhir pada Februari, Maret, dan April, masing-masing hanya terjadi 5 kasus. Sedangkan pada Januari terjadi 6 kasus kebakaran. 

Diperkirakan, potensi kebakaran masih terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Terlebih musim kemarau ini diprediksi lebih panjang dan terik akibat fenomena El Nino. Tak hanya tempat usaha dan permukiman, BPBD juga memberi atensi terhadap ancaman kebakaran lahan dan hutan (karhutla). 

Selain mitigasi, Rinaldi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran. Khususnya dalam melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir risiko terjadinya kebakaran. ”Mencegah selalu lebih baik dan lebih murah daripada memadamkan,” pungkasnya. (ram/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#insiden kebakaran #kebakaran mojokerto #kejadian kebakaran #rumah terbakar