JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tanggul Sungai Sadar yang ambrol di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, belum juga diperbaiki setelah dua pekan berlalu. Kondisi ini kian mengkhawatirkan lantaran titik longsor berada di dekat permukiman warga. ”Sampai sekarang belum ada perbaikan,” kata Mujiono, warga setempat, kemarin (17/5).
Tanggul yang berada di dekat rumah pompa Ngaglik itu sebelumnya ambrol pada Senin (4/5). Dinding sungai longsor sepanjang kurang lebih sepuluh meter hingga merusak bangunan semi permanen yang berdiri di atasnya.
Baca Juga: MacBook Neo Hadir sebagai Laptop Entry-Level Terbaru Apple, Ini Detail Spek dan Fitur Unggulannya
Sebelum ambrol parah dua pekan lalu, titik tanggul yang berada di tikungan aliran sungai ini sudah lebih dulu retak. Kini gerusan air yang berlangsung terus-menerus akhirnya memicu kerusakan tanggul yang lebih serius. Masalahnya, titik kerusakan hanya berjarak dua meter dari jalan lingkungan.
Praktis kondisi ini memicu kekhawatiran titik longsor bakal meluas hingga menjangkau bangunan rumah warga di sekitarnya. Mujiono menilai, lambannya perbaikan dipicu masalah kewenangan. Pemkot merasa tak memiliki kewenangan lantaran Sungai Sadar berada di bawah naungan BBWS Brantas, Dinas PU SDA Provinsi Jatim, dan Perum Jasa Tirta I. ”Akhirnya masalah kewenangan masing-masing instansi pengampu, harusnya segera ditindaklanjuti,” tuturnya.
Baca Juga: Hari Buku Nasional: Mengapa Kita Masih Malas Membaca di Era yang Serba Digital?
Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail belum menjawab konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto terkait kelanjutan penanganan tanggul di Ngaglik, kemarin (17/5). Akan tetapi, sebelumnya Basuki mengatakan telah melaporkan kondisi tersebut ke tiga instansi terkait pada April lalu. ”Agar segera ada penanganan,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Imron Arlado