Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dermaga Apung TBM Jadi Sandaran Pancing. Kondisi Wahana Susur Sungai Ngotok Sepi Wisatawan

Imron Arlado • Jumat, 15 Mei 2026 | 05:46 WIB
TAK DIMINATI: Dermaga apung plastik di kawasan Sungai Ngotok, Taman Bahari Mojopahit (TBM), Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, jadi jujukan para pemancing. Kemarin (14/5), kendati memasuki hari libur keagamaan, namun tidak tampak petugas maupun wisatawan di lokasi.
TAK DIMINATI: Dermaga apung plastik di kawasan Sungai Ngotok, Taman Bahari Mojopahit (TBM), Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, jadi jujukan para pemancing. Kemarin (14/5), kendati memasuki hari libur keagamaan, namun tidak tampak petugas maupun wisatawan di lokasi.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO  - Baru diresmikan Pemkot Mojokerto pada Januari 2026 lalu, kondisi wahana perahu susur sungai di Sungai Ngotok kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kondisinya kini memprihatinkan. Seperti pada hari libur kemarin (14/5), dermaga wahana wisata tersebut tampak sepi.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, di lokasi tidak tampak satupun petugas dan wisatawan. Sebaliknya yang terlihat hanya beberapa warga yang memanfaatkan dermaga apung plastik untuk mancing dan sandaran meletakkan stik pancing. Padahal, dua unit dermaga apung plastik di bawah Jembatan Rejoto ini sebelumnya dibeli pemkot menggunakan APBD sekitar Rp 400 juta.

Satu dermaga awalnya dijatah anggaran Rp 400 juta. Namun, belakangan terdapat barang dengan spesifikasi serupa tapi beda merek dengan harga dua kali lebih murah. Alhasil, dengan dana hampir Rp 400 juta, pemkot mendapat dua buah perangkat dermaga yang kini dipasang.

Baca Juga: Penemuan Candi di Kediri: Mengungkap Jejak Peradaban Masa Lampau

Bahannya plastik HDPE dan modelnya bisa dibongkar pasang. Kisaran anggaran itu selaras dengan alokasi yang disepakati DPRD Kota Mojokerto pada pembahasan P-APBD 2025 Agustus lalu. Saat itu, pekerjaan lanjutan di TBM berupa pembangunan dermaga diberi jatah Rp 440 juta. Di sisi lain, beberapa waktu lalu, Disporapar Kota Mojokerto telah melakukan uji coba dermaga dan pengoperasional perahu. 

Wisata susur Sungai Ngotok yang ditopang 15 unit perahu senilai Rp 1,3 miliar itu mulai dibuka 16 Januari lalu. Tarifnya dipatok sebesar Rp 20 ribu per orang. Adapun lima dari belasan perahu tersebut mengalami kerusakan karena bertahun-tahun dibiarkan mangkrak di area terbuka.

Namun, Kepala Disporapar Kota Mojokerto Ani Wijaya memastikan perahu-perahu yang rusak bakal diperbaiki pihak penyedia. Reparasi tersebut bakal dilakukan saat mendekati waktu operasional.

Baca Juga: Dulu Makan Tabungan, Kini Terjebak Makan Hutang, Kondisi Finansial Masyarakat Jadi Sorotan

’’Sudah ada perjanjian PPK dan penyedia,’’ ujarnya Oktober 2025 lalu. Selain memasang dermaga, Ani menyatakan, wisata Susur Sungai juga mencakup personel, operator, safety guard.

Akan tetapi, Agus, salah satu warga di lokasi mengatakan, keberadaan wisata susur Sungai Ngotok saat ini terkesan kurang maksimal dan jauh dari harapan. Sebab, biasanya hanya aktif pada weekend atau Sabtu dan Minggu.

”Sedangkan hari-hari libur lainnya, seperti hari besar keagamaan saat ini (kemarin, Red) tetap sepi. Dari pagi sampai siang tidak ada petugas dan wisatawan,” ungkapnya, kemarin (14/5).

Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Banyak Kejutan untuk Pecinta Sepak Bola

Di samping itu, kondisi kawasan TBM ini juga mulai tampak tidak terawat. Sampah berserakan, gazebo reyot dan rusak di beberapa bagian, kapal TBM mangkrak, hingga tembok-tembok ornamen ala Majapahitan mengelupas dan rontok. Padahal, awalnya kawasan ini digadang-gadang menjadi destinasi unggulan Kota Mojokerto.

 ”Namun, saat ini kondisinya sepi dan memprihatinkan,” tambah Agus. (fan/ris)

Editor : Imron Arlado
#Dermaga Apung TBM #Wahana sungai ngotok sepi #Wisata tidak terawat #Kota Mojokerto