KOTA - Tanggul Sungai Sadar yang longsor di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, belum diperbaiki hingga kemarin (6/5). Ambrolnya plengsengan yang telah menggerus bangunan tersebut kini mengancam badan jalan.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda tanggul akan segera diperbaiki. Material dinding tanggul masih teronggok semenjak ambrol pada Senin (4/5) malam. Kerusakan kali ini menjangkau area tanggul sepanjang kurang lebih sepuluh meter dengan ketebalan longsor mencapai satu meter lebih.
’’Sebenarnya debit airnya tidak tinggi, tetapi karena berada di aliran yang pas menikung, jadi mudah tergerus lalu sekarang ambrol,’’ tutur Mujiono, warga setempat menceritakan kronologi rusaknya tanggul, kemarin (6/5).
Bangunan tenda semipermanen yang berdiri tepat di atas tanggul dievakuasi warga kemarin. Sebelumnya, tarup dengan tiap besi dan atap seng itu ambruk terbawa tanggul yang ambrol. ’’Kami berharap semoga cepat ada penanganan meskipun Sungai Sadar ini katanya ikut kewenangan provinsi,’’ tanda dia.
Warga khawatir area longsor bakal meluas apabila tak segera ditangani. Terlebih, titik kerusakan tanggul hanya berjarak kurang dari dua meter dari badan jalan Lingkungan Nganglik yang menjadi akses warga ke Jalan Pahlawan. ’’Jika tidak segera diperbaiki bisa tambah parah ini nanti,’’ ujarnya.
Selama ini, area tanggul sebetulnya sudah dipasangi karung pasir dan gedek lantaran kondisinya telah mengalami tanda-tanda tergerus aliran sungai. Belum juga diperbaiki, kerusakan tanggul justru meluas hingga merusak bangunan semipermanen.
Dihubungi kemarin (6/5), Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail belum menjawab apakah ada rencana penanganan darurat di tanggul Ngaglik. Sebelum kerusakan tanggul ini meluas, Basuki menyatakan sudah melaporkannya ke instansi yang berwenang.
Menurutnya, terdapat empat titik kerusakan tanggul yang dilaporkan ke BBWS Brantas, Perum Jasa Tirta I, dan Dinas PU SDA Provinsi Jatim. Meliputi tanggul Sungai Sadar di Ngaglik dan Jalan Tropodo serta tanggul Sungai Brangkal di Sinoman Gang 8 dan Gang Tanggul. ’’Kami sudah berkirim surat ke mana pun karena intinya agar segera ada penanganan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (28/4) lalu. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah