Cegah Aksi Bunuh Diri Terulang
KABUPATEN - Jembatan Cangar di perbatasan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dan Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, akan dipasangi pagar pengaman. Pagar jaring besi yang menutup kedua sisi jembatan itu ditarget sudah terpasang bulan depan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah aksi bunuh diri kembali terulang.
Dalam kurun satu bulan, dua peristiwa bunuh diri terjadi secara beruntun di Jembatan Cangar 1 yang berada di sisi wilayah Batu. Fenomena tersebut memantik perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur selaku pengelola infrastruktur di tengah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo itu.
Agar kejadian serupa tak terulang, pagar pengaman akan dipasang di kedua sisi Jembatan Cangar 1 dan 2. ’’Kemarin masih disurvei tim, kemungkinan Insyaallah Mei ini dipasang,’’ kata PPK Wilayah I Mojokerto UPT Pengelola Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Tri Cahyo Utomo, kemarin (25/4).
Selama ini, jembatan di jalur curam itu hanya dilengkapi pengaman berupa dua pipa besi. Menurutnya, proses pemasangan pagar saat ini dalam tahap persiapan pengadaan dan kalkulasi teknik struktur. Rencananya, setiap sisi jembatan kembar itu bakal dipasangi besi jaring yang lebih tinggi dari pengaman sekarang. Fasilitas ini seperti yang terdapat di Jembatan Kali Kromong, Pacet, dan kawasan jembatan milik pemprov lainnya di wilayah utara Sungai Brantas Kabupaten Mojokerto.
’’Kurang lebih begitu, nanti mungkin ada penyesuaian sedikit karena jembatannya (besi) rangka. Masih dihitung juga untuk perkuatannya,’’ jelas Utomo. Secara kewenangan, lanjutnya, pengelolaan Jembatan Cangar 1 dan 2 sebetulnya berada di bawah naungan UPT PJJ Malang.
Cahyo menyatakan, pemasangan pagar pengaman menjadi langkah strategis untuk mencegah aksi sebelumnya terulang. Upaya peningkatan keselamatan juga dilakukan dengan meningkatkan imbauan kepada pengguna jalan agar tak berhenti di ruas jembatan.
Dinas Perhubungan Provinsi Jatim melalui UPT P3 LLAJ juga telah menambah rambu larangan beraktivitas di lokasi. Pemasangan lampu penerangan jalan umum di jalur tengah hutan itu pun kini tengah direncanakan. ’’Nanti biar disurvei dulu oleh Bidang Lalin Dinas Perhubungan Provinsi,’’ ungkap Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid, kemarin (25/4).
Sebagaimana diketahui, seorang pemuda berinisial DPW, 24, warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, ditemukan tewas karena diduga bunuh diri di Jembatan Cangar 1, Kamis (23/4). Peristiwa tragis ini identik dengan kejadian serupa pada Selasa (31/3). Saat itu, pemuda berinisial MA, 24, asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dasar jurang usai diduga melompat dari jembatan tersebut. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah