Pemda Bentuk Satker Bencana Hidrometeorologi Kering
KABUPATEN - Pemkab Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalukan upaya preventif menghadapi kemarau panjang tahun ini. Salah satu yang menjadi atensi terkait risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, upaya antisipatif dilakukan melalui mitigasi bersama lintas sektor. Selain risiko kekeringan, karhutla juga menjadi ancaman saat musim kemarau. ’’Jadi ada stakeholder yang tergabung dalam satuan kerja bencana hidrometeorologi kering,’’ ulasnya.
Menurutnya, tim gabungan tersebut melibatkan lintas instansi untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana saat kemarau. Utamanya dalam melakukan manajemen sumber daya hingga mitigasi bencana. ’’Sehingga nantinya kami siap mencegah ataupun mitigasi saat terjadi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan atau kebakaran lahan,’’ sebutnya.
Berdasarkan potensi bencana karhutla, hampir seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto terpetakan rawan. Hanya saja, tingkat risiko yang tinggi berada di empat wilayah kecamatan di utara Sungai Brantas. Meliputi Kecamatan Dawarblandong, Kemlagi, Jetis, dan Gedeg.
Selain itu, 14 kecamatan lainnya juga berisiko terjadi karhutla. Namun, tingkat risikonya tergolong rendah hingga sedang.
Rinaldi menyatakan, pihaknya segera akan menerbitkan imbauan bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, tahun ini potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang berlangsung pada awal Juni-Juli. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah