Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tiga Desa di Kabupaten Mojokerto Terpetakan Rawan Kekeringan

Rizal Amrulloh • Rabu, 22 April 2026 | 11:41 WIB
KRISIS AIR: BPBD Kabupaten Mojokerto menyuplai bantuan air bersih kepada warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro yang terdampak bencana kekeringan saat musim kemarau tahun lalu. (dok JPRM)
KRISIS AIR: BPBD Kabupaten Mojokerto menyuplai bantuan air bersih kepada warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro yang terdampak bencana kekeringan saat musim kemarau tahun lalu. (dok JPRM)

 

Armada Dropping Air Bersih Disiapkan

KABUPATEN - BPBD Kabupaten Mojokerto berancang-ancang menghadapi musim kemarau tahun ini. Di antaranya dengan mengantisipasi bencana kekeringan yang berpotensi melanda di tiga desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino. Karena itu, ancaman kekeringan diprediksi akan melanda di sejumlah titik di wilayah Mojokerto.

Berdasarkan hasil mitigasi BPBD, terdapat tiga desa di dua kecamatan yang terpetakan paling rawan mengalami krisis air. ’’Jadi ada tiga desa yang memang selalu dilanda kekeringan saat kemarau,’’ tandasnya.

Rinaldi menyebut, dua desa di antaranya berada di wilayah Kecamatan Ngoro, yakni Desa Manduro Manggung Gajah dan Desa Kunjorowesi. Keduanya sama-sama berada di lereng Gunung Penanggungan. Sedangkan satu desa lainnya yang terancam kekeringan pada kemarau musim ini adalah di Desa Duyung, Kecamatan Trawas.

Rinaldi mengatakan, BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan saat krisis air terjadi. Antara lain dengan menyiapkan armada truk tangki untuk mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. ’’Insya Allah nanti tetap ada dropping air bersih dari Pemkab Mojokerto, termasuk juga dari Pemprov Jawa Timur,’’ tandasnya.

Pada musim kemarau tahun ini, BPBD menyediakan pagu sekitar 300 tangki dengan kapasitas 5.000 liter air bersih. Namun, ungkap Rinaldi, kuotanya masih dapat ditambah menyesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing desa jika terjadi kekeringan.

Berdasarkan dari data BPBD Kabupaten Mojokerto, bencana banjir masih mendominasi dengan 16 kejadian pada triwulan pertama tahun ini. Selanjutnya, disusul dengan cuaca ekstrem dengan 7 kejadian, kebakaran 5 kejadian, dan tanah longsor 1 kejadian. Secara keseluruhan, sebanyak 4.173 warga terdampak dengan 1 luka-luka dan 1 meninggal dunia. Sementara bencana kekeringan diperkirakan berpotensi terjadi mulai triwulan kedua hingga ketiga nanti. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#desa rawan kekeringan #desa kekeringan #desa mojokerto #kekeringan mojokerto