JAWA POS RADAR MOJOKERTO– Tumpukan sampah kembali memenuhi Sungai Brangkal di bawah Jembatan Murukan, Jalan KH Usman, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Kondisi ini berulang kali terjadi meski pembersihan kerap dilakukan.
Pantauan di lokasi kemarin (19/4) menunjukkan, sampah kayu dan bambu hingga limbah rumah tangga tersangkut di pilar jembatan. Penumpukan ini menyebabkan arus sungai yang bermuara di Sungai Brantas terhambat. ”Sering kayak gini, seminggu dibersihkan muncul lagi,” ucap Mahfud, warga sekitar, kemarin (19/4).
Di samping perilaku membuang sampah sembarangan yang masih marak, menuturnya konstruksi jembatan juga menjadi faktor tersendiri. Pilar-pilar yang menopang jembatan di ruas Jalan KH Usman itu terlalu rapat, sehingga barang kayu dan bambu mudah tersangkut. Akibatnya, terjadi peumpukan sampah yang dengat turut menghambat aliran sampah rumah tangga. ”Harus ada perbaikan supaya tidak begini terus, soalnya selain merusak jembatan bisa memicu banjir,” imbuhnya.
Pembersihan sampah di bawah Jembatan Murukan pernah dilakukan Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto pada Januari lalu. Saat itu, tumpukan sampah sudah menggunung, sehingga memicu kekhawatiran penduduk sekitar. Tanpa alat berat, petugas mengurai tumpukan bambu dan kayu menggunakan tangan kosong dan alat bendo. Sampah yang bercampur dengan tanah endapan itu kemudian ditarik ke badan jalan untuk diangkut dengan truk.
Baca Juga: Pasar Semeru Kota Mojokerto Jadi Tempat Kumpul Penghobi Diecaster se-Mojokerto
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Perakim Basuki Ismail saat itu mengakui penanganan sampah sungai tak efektif. Sebab, sampah yang terbawa hujan deras dari hulu sungai bakal kembali tersangkut di pilar jembatan.
”Kondisi seperti ini akan terus berulang setiap ada hujan deras yang membawa material atau sangkrah bambu-bambu dari hulu menuju Jembatan KH Usman yang memang konstruksi penyangga jembatannya dibuat seperti itu,” jelasnya.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Mojokerto Bongkar Peredaran Ribuan Butir Pil Koplo
Dengan sistem penanganan yang tak melibatkan semua pemangku kepentingan, masalah tumpukan sampah di sungai yang bermuara di Sungai Brantas itu bakal terus muncul. ”Kerja sama semua stakeholder perlu dilakukan karena kalau hanya beberapa pihak penanganannya kurang efektif,” tandas Basuki. (adi/ris)
Editor : Imron Arlado