GONDANG - Pemkab Mojokerto memastikan akan segera merevitalisasi sistem jaringan air bersih yang terdampak longsor di Desa Dilem, Kecamatan Gondang. Penanggulangan krisis air yang dialami 110 kepala keluarga (KK) ini dialokasikan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah mengatakan, pihaknya bersama BPBD telah melakukan asesmen ke lokasi terdampak longsor di Desa Dilem. Penanganan untuk pemulihan jaringan air bersih akan dilakukan dalam waktu dekat. ’’Sekarang kami sedang menyiapkan perencanaan teknisnya, kemudian setelah itu langsung dibangun,’’ ungkapnya, kemarin (7/4).
Menurutnya, penanganan infrastruktur jaringan air bersih bakal menyentuh beberapa bagian. Antara lain menyasar pembangunan penangkap air, pipanisasi, hingga perbaikan tandon. Di samping untuk penanggulangan darurat, revitalisasi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan. ’’Jadi, ada yang kami bangun dalam jangka pendek, dan juga ada penanganan jangka panjangnya,’’ paparnya.
Dia menuturkan, seluruh kebutuhan anggaran untuk membangun kembali sistem jaringan air bersih ini dialokasikan melalui dana BTT. Sebab, krisis air yang terjadi di Desa Dilem disebabkan akibat terdampak longsor pada 20 Maret lalu. ’’Saat ini kami sedang mencukupi administrasinya agar bisa segera melakukan proses pencairan BTT dan segera bisa ditindaklanjuti,’’ tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 110 KK di Desa Dilem terdampak krisis air bersih. Pasca longsor pada malam takbir Idulfitri lalu, hingga kini pemda tetap menyuplai air bersih secara rutin kepada warga yang disalurkan melalui truk tangki BPBD dan PMI Kabupaten Mojokerto. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah