KABUPATEN - Ruas tol Jombang-Mojokerto (Jomo) bakal jadi salah satu jalur dengan volume kendaraan tinggi selama libur panjang Lebaran ini. Jalur tol sepanjang 40,5 Km ini diprediksi akan dilintasi lebih dari 1 juta lebih kendaraan pada momen libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
”Diperkirakan ruas tol Jomo akan dilalui sekitar 1,14 juta kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 1,45 persen dibandingkan volume lalu lintas pada Lebaran tahun 2025,” ungkap Presiden Direktur Astra Tol Jomo Firdaus Azis, dalam Media Gathering di Jombang, Senin (16/3).
Lonjakan mobilitas masyarakat di tol Jomo mulai tampak pada H-6 atau Sabtu (15/3) lalu. Tercatat sekitar 171 ribu kendaraan memadati jalur bebas hambatan ini. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan 8,9 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. ”Puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 19 Maret dan puncak arus balik pada 24 Maret,” imbuhnya.
Sedikitnya, 65 ribu kendaraan diprediksi memadati tol Jomo pada 19 Maret dan 96 ribu kendaraan pada 24 Maret atau puncak arus balik nanti. Astra Tol Jomo telah menyiapkan sejumah langkah antisipasi dampak lonjakan volume kendaraan. Mulai dari rekayasa lalu lintas dengan PJR Ditlantas Polda Jatim, maupun tambahan 10 mobile reader untuk mengurai kepadatan di gerbang tol.
”Kami memastikan kesiapan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana pendukung, kesiapan petugas operasional dan optimalisasi layanan rest area selama periode libur Idul Fitri tahun ini,” sebut Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jomo Yuni Rihal.
Tak hanya itu, Astra Tol Jomo turut menyiagakan 200 petugas operasional berikut layanan jalan tol yang terdiri dari 3 mobil patroli, 1 mobil rescue, 2 ambulans, serta 4 mobil derek. Untuk menunjang keamanan, 124 kamera CCTV juga telah terpasang di ruas tol sepanjang 40,5 Km ini. ”Kami mengimbau pada seluruh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan menghindari periode yang diprediksi sebagai puncak arus mudik dan balik,” tandas Rihal. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah