Transformasi Pengelolaan Sampah Terpadu
Pemkab Mojokerto juga terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Fokus utama dilakukan pada optimalisasi TPA Karangdiyeng melalui penerapan metode pengolahan ramah lingkungan. Termasuk peningkatan sarana prasarana pendukung seperti realisasi tanah urug sebanyak 800 m3 untuk penyelenggaraan controlled landfill di TPA dan penyemprotan eco enzyme secara rutin.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan persampahan, Gus Bupati-Dokter Rizal merealisasikan pemeliharaan kendaraan angkut dan alat berat serta kontainer. Pada 2025 dilakukan pembelian sepuluh unit kontainer baru, pemeliharaan 19 unit truk pengangkutan sampah, pemeliharaan tujuh unit kontainer, pemeliharaan lima alat berat, serta monitoring aktif terhadap tempat pengolahan sampah reduce, reuse, dan recycle (TPS 3R).
’’Pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat melalui pembinaan bank sampah di tingkat desa agar pemilahan sampah dilakukan sejak dari sumbernya untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA,’’ tegasnya.
Baca Juga: Rencana Pembatasan Media Sosial bagi Remaja di Bawah 16 Tahun Tuai Pro dan Kontra!
Berbagai kegiatan edukasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai terus digalakkan kepada sekolah melalu program Gaspol (gerakan pilah dan olah sampah di sekolah). Kegiatan ini hasil kolaborasi DLH dengan TP PKK, pelaku usaha, kader PKK, pegiat lingkungan, relawan pengolah sampah di TPS3R dan bank sampah di desa, demi menciptakan ekosistem yang bersih secara berkelanjutan.
Prestasi PAD dan Tata Kelola Profesional
Kerja keras ini juga berbanding lurus dengan tata kelola keuangan yang transparan. DLH berhasil meraih penghargaan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) dengan capaian pendapan asli daerah (PAD) terbaik, yakni sebesar 129,53% atau senilai Rp 4.533.564.341,00. Pendapatan ini bersumber dari retribusi pelayanan persampahan serta retribusi pemakaian laboratorium lingkungan.
Rachmat menegaskan, seluruh capaian ini merupakan kado satu tahun kinerja bupati dan wakil bupati. Termasuk dukungan nyata atas visi misi yang tertuang dalam Catur Abhipraya Mubarok. ’’Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha adalah kunci. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan di Kabupaten Mojokerto demi masa depan generasi mendatang,’’ tandasnya. (ori/ris)
Editor : Imron Arlado