Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

CJH Mojokerto Bakal Terpisah Jadi Enam Kloter

Farisma Romawan • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:15 WIB

TERCECER: Kemenag memberangkatkan 133 CJH Kabupaten Mojokerto yang tergabung di kloter 49, Kamis (15/5). 
TERCECER: Kemenag memberangkatkan 133 CJH Kabupaten Mojokerto yang tergabung di kloter 49, Kamis (15/5). 
Jadwal Keberangkatan Rombongan Haji Mojokerto Raya 

KABUPATEN – Musim haji kurang dua bulan lagi, namun jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci telah disusun. Dari total 116 kelompok terbang (kloter) embarkasi Surabaya (SUB), ribuan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten dan Kota Mojokerto masuk di keberangkatan gelombang kedua. 

Mereka terbagi menjadi enam jadwal penerbangan, dengan keberangkatan dari Mojokerto dimulai tanggal 6 hingga 8 Mei nanti. Jadwal tersebut dimulai dari kloter 60 yang diisi gabungan CJH Kota Mojokerto sebanyak 219 orang dan 155 CJH dari Jombang. 

Lalu, kloter 63 yang juga gabungan CJH Jombang dan Kabupaten Mojokerto yang hanya diisi 10 CJH. Kemudian, kloter 64, 65, dan 66 diisi rombongan penuh Kabupaten Mojokerto yang masing-masing berisi 374 CJH. Terakhir, kloter 67 yang menyertakan 83 CJH Kabupaten Mojokerto gabungan dengan 291 CJH Sampang. 

’’Baik Kota maupun Kabupaten Mojokerto masuk di kloter keberangkatan awal gelombang kedua. Seluruh CJH sudah disosialisasikan agar bisa mempersiapkan diri semaksimal mungkin,’’ terang Plt Kepala Kemenhaj Kabupaten Mojokerto M. Hilmi Faqih, kemarin (2/3).

Dengan pembagian tersebut, dapat dipastikan rombongan haji Mojokerto akan langsung bertolak ke Makkah setelah mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. 

Artinya, CJH akan langsung dihadapkan pada ritual ibadah umrah wajib dan sunah dan disusul puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Hal ini yang dianggap Hilmi punya nilai positif dan negatif. Di mana, CJH akan langsung dihadapkan dengan ritual padat ibadah tanpa adaptasi lingkungan terlebih dahulu. 

Akan tetapi, akan lebih meringankan CJH di kemudian hari manakala mampu melampaui seluruh rangkaian dengan maksimal. ’’Semua punya plus minus. Yang terpenting, seluruh CJH sudah tersosialisasikan, sehingga dapat menyiapkan dirinya jauh-jauh hari,’’ imbuhnya. 

Ditanya soal penerbangan di Arab Saudi imbas ketegangan hubungan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Hilmi mengaku belum ada pemberitahuan resmi. Sejauh ini, Kemenhaj masih optimistis situasi darurat tersebut belum sampai mengganggu ibadah haji.

’’Untuk penerbangan, masih mengacu jadwal awal dan belum ada statemen resmi terkait adanya penundaan atau perubahan jadwal,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Calon Jemaah Haji #Haji 2026 #cjh mojokerto