Berpotensi Akibatkan Banjir, Longsor, hingga Puting Beliung
MOJOKERTO RAYA - Selama libur panjang Tahun Baru Imlek ini wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto dibayangi cuaca ekstrem. Warga dan para pelancong diminta mewaspadai peningkatan potensi bencana yang mengiringi cuaca buruk yang terjadi.
Mengingat, sejumlah destinasi wisata di Kota hingga Kabupaten Mojokerto wilayah selatan kerap menjadi jujukan wisatawan luar daerah setiap liburan tiba. Termasuk libur panjang Imlek pada 14-17 Februari ini. Namun, kali ini masyarakat harus mewaspadai potensi bencana di tengah waktu libur.
”Hingga beberapa hari ke depan diprakirakan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem di wilayah Mojokerto,” ujar Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya, kemarin. Bukan tidak mungkin, lanjut dia, cuaca ekstrem membayangi Mojokerto Raya hingga akhir Februari. Mengingat, saat ini berada di masa puncak musim hujan.
”Berdasarkan prakiraan kami, cuaca ekstrem berlangsung pada periode 11-20 Februari. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kembali,” imbuhnya. Andrie menjelaskan, meningkatnya potensi cuaca ekstrem akibat terjadinya sejumlah dinamika atmosfer. Hal ini yang memicu peningkatan intensitas hujan deras disertai petir dan angin kencang.
BMKG mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab, selain berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. ”Seperti banjir, pohon tumbang, tanah longsor hingga puting beliung. Untuk tanah longsor rawan terjadi di wilayah pegunungan,” tukasnya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah