KABUPATEN - Setelah sepekan melakukan pemangkasan pohon secara serentak di wilayah Mojosari, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, kembali memetakan pohon yang rawan tumbang.
Langkah serupa bakal dilakukan di sejumlah titik lainnya untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Adi Mahendarto menyebutkan, pemangkasan pohon serentak yang digulirkan sejak Senin (9/2) lalu masih difokuskan di wilayah Mojosari dan sekitarnya.
Aksi pemotongan batang dan ranting pohon yang menyasar jalan nasional, provinsi, dan kabupaten ini akan berlangsung hingga hari ini (14/2). ”Nanti sambil kami evaluasi ruas jalan lainnya yang juga memerlukan pemangkasan pohon,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, pemangkasan yang dilaksanakan petugas gabungan dari lintas sektor ini dinilai urgen untuk menekan risiko bencana akibat pohon tumbang. Mengingat, cuaca ekstrem masih kerap melanda di wilayah Kabupaten Mojokerto. ”Musim kan masih tidak menentu, akhir-akhir ini masih ada puting beliung, hujan lebat, dan sebagainya,” paparnya.
Sejauh ini, pemangkasan pohon masih menyasar jalan nasional, meliputi ruas Jalan Ngranggon, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, hingga Jalan Brawijaya. Sementara di jalan provinsi menyentuh pohon di tepi Jalan Pemuda hingga Jalan Airlangga.
Selain itu, pemangkasan juga dilaksanakan di sepenjang Jalan Niaga yang merupakan ruas jalan kabupaten. ”Setelah ini akan kami petakan lagi, jalan urban seperti di Jalan RA Basuni kalau memang diperlukan kami akan ke sana juga,” papar dia.
Dalam pemangkasan pohon serentak tersebut, sebanyak 27 petugas gabungan dikerahkan. Selain dari DPRKP2, personel dari BPBD, DLH, TNI-Polri, relawan, hingga penyedia jaringan telekomunikasi dan listrik juga turut dilibatkan. ”Tujuan utamanya adalah untuk keselamatan pengguna jalan,” pungkas Adi. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah