Puncak Musim Hujan, Waspadai Banjir hingga Puting Beliung
MOJOKERTO RAYA - Warga Mojokerto Raya mesti waspada akan potensi bencana hingga beberapa waktu ke depan. Menyusul, hasil prakiraan BMKG menunjukkan adanya peningkatan cuaca ekstrem pada masa puncak musim hujan di awal tahun ini.
’’Bulan Januari hingga Februari 2026 merupakan puncak musim hujan, termasuk di Mojokerto. Jadi, cuaca ekstrem bisa sewaktu-waktu terjadi selama puncak musim hujan ini,’’ jelas Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya, kemarin (9/1). Masyarakat diminta selalu waspada selama cuaca ekstrem terjadi. Seringkali fenomena alam ini memicu potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan puting beliung, hingga tanah longsor.
Apalagi, wilayah Mojokerto Raya memiliki risiko bencana yang cukup tinggi. Itu dari adanya kawasan pegunungan di Mojokerto Selatan serta aliran sungai besar layaknya Sungai Brantas, Sungai Sadar, hingga Kali Lamong. ’’Semua daerah termasuk Mojokerto, berpotensi terjadi angin kencang maupun puting beliung,’’ ungkapnya.
Belakangan, fenomena puting beliung menerjang sejumlah daerah tetangga. Salah satunya yang melanda kawasan Sedati, Sidoarjo, Kamis (8/1). Ia menjelaskan, angin kencang dan puting beliung terjadi akibat adanya pusaran kuat pada awan cumulonimbus, awan tebal dan gelap pembawa hujan.
Sehingga masyarakat mesti mewaspadai saat awan gelap datang. Meningkatnya potensi cuaca ekstrem ini, lanjut Andrie, tak lain merupakan dampak adanya sejumlah aktivitas atmosfer di langit Jawa Timur. ’’Karena mulai memasuki puncak musim hujan, diprakirakan hingga beberapa waktu ke depan akan terjadi peningkatan cuaca esktrem,’’ tukas dia. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah