KOTA – Stasiun Mojokerto panen penumpang selama momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hingga kemarin (4/1), tercatat sebanyak 27 ribu orang melakukan perjalanan menggunakan kereta api (KA) sejak libur panjang dua pekan lalu.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, jumlah penumpang pada Nataru kali ini mengalami kenaikan 12 persen dari Nataru sebelumnya. Jumlah penumpang yang menggunakan layanan KA di Stasiun Mojokerto selama masa angkutan Nataru yang berlangsung 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 mencapai 27.342 orang.
Sedangkan, pada periode yang sama di tahun sebelumnya, Stasiun Mojokerto dipadati 24.388 penumpang. ”Angka ini menegaskan peran Stasiun Mojokerto sebagai simpul transportasi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Mojokerto dan sekitarnya,” ujarnya, kemarin (4/1).
Kemarin (4/1) menjadi puncak arus balik libur Nataru. Hingga pukul 10.00, jumlah penumpang telah mencapai 1.503 orang. Jumlah itu didominasi penumpang tiba sebanyak 841 orang, sedangkan 662 lainnya melakulan perjalanan keberangkatan.
”Jumlah ini diproyeksikan masih akan terus bertambah seiring dengan masih berlangsungnya perjalanan kereta api hingga keberangkatan terakhir pada malam hari,” imbuh Mahendro.
Volume kedatangan pada hari terakhir masa angkutan Nataru itu mencerminkan mayoritas perjalanan selama libur pergantian tahun kali ini. Dari total 27.342 penumpang, sebanyak 14.073 penumpang tercatat tiba di Mojokerto.
Sementara itu, 13.269 orang lainnya menyesaki stasiun untuk melakukan perjalanan meninggalkan Mojokerto. Data ini menunjukkan libur Nataru dimanfaatkan para perantau dari luar daerah pulang kampung atau warga luar berkunjung ke sanak saudara di Mojokerto.
Sebaliknya, tak sedikit pula yang melaksanakan perjalanan liburan ke luar daerah pada momen libur panjang. Mahendro menyatakan, lonjakan penumpang terantisipasi dengan beroperasinya kereta tambahan.
Dia juga memastikan seluruh perjalanan kereta api selama masa Nataru berjalan aman dan lancar. ”Dengan dukungan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas pelayanan di lapangan,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah