Pasca Jebol Sepanjang 30 Meter, Akibat Debit Air Meningkat
PACET - Jebolnya tanggul anak Kali Kromong di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, mulai mendapat penanganan darurat. Dinding pembatas aliran air sungai yang menganga tersebut akan dibronjong agar kembali berfungsi normal.
Kabid SDA DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menuturkan, penanganan darurat ini dilakukan Dinas PU SDA Jatim. Mengingat, aliran Kali Kromong berada di bawah kewenangan Pemprov Jatim. ”Informasinya sudah mulai dikerjakan hari Rabu (26/11),” terangnya, kemarin.
Ia menjelaskan, sesuai skema penanganan darurat, tanggul jebol dengan panjang sekitar 30 meter tersebut akan dibronjong. Untuk diketahui, bronjong merupakan struktur dinding penahan dari anyaman baja dan diisi batu yang lazim digunakan dalam bidang konstruksi. ”Dikerjakan dengan dibronjong, tidak jadi dengan sandbag,” jelasnya.
Nantinya, lanjut dia, penanganan permanen pada tanggul jebol ini akan dilakukan Pemprov Jatim sesuai skala prioritas dan anggaran yang dimiliki. Penanggulan darurat ini bertujuan agar aliran Kali Kromong 2 ini berfungsi seperti sedianya. ”Perbaikan tanggul ini dilakukan sampai beberapa hari ke depan. Untuk pastinya berapa lama, masih kami koordinasikan dengan PU SDA Jatim,” imbuh Rois.
Sebab, pasca jebol Minggu (23/11) lalu, aliran air berubah jalur. Praktis, sungai yang sekaligus berfungsi irigasi ini tidak mengaliri sawah sebagaimana mestinya. Sawah seluas 1.040 hektare di Kecamatan Pacet tidak teraliri air. Sementara 10 hektare sawah di sekitar lokasi justru terdampak banjir luapan.
Berdasarkan asesmen BPBD Kabupaten Mojokerto, tanggul permanen sepanjang 30 meter tersebut jebol setelah debit air Kali Kromong meningkat drastis pasca wilayah hulu diguyur hujan deras. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi