Kemenag Tunggu Keppres Terkait Nilai Bipih 2025
KABUPATEN – Meski keberangkatan haji masih lima bulan lagi, namun sejumlah persiapan terus dimaksimalkan calon jemaah haji (CJH). Termasuk pemberkasan administrasi, seperti paspor yang sudah berjalan sejak September lalu.
Dari 1.293 CJH yang masuk kuota keberangkatan tahun 2026, seribu lebih CJH telah mengantongi paspor. Ribuan CJH masih akan berjibaku kembali dalam pemberkasan visa sebagai syarat utama untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibuddin mengatakan, pengurusan administrasi baik paspor maupun visa telah dilalui CJH sejak September lalu. Proses pasporing dan biovisa dikolektif oleh 11 kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). ’’Sampai saat ini sudah ada 80 persen paspor yang sudah terbit. Tinggal proses dengan perekaman biometrik yang masih berjalan untuk bisa diterbitkan visa haji,’’ ungkapnya, kemarin (15/11).
Dengan progres tersebut, Muhib optimistis kuota haji yang diberikan tahun 2026 bisa terpenuhi. Sehingga, dapat membantu mengurangi masa tunggu dan daftar antrean keberangkatan CJH. Pihaknya juga masih tetap melayani CJH dalam persiapan menuju Tanah Suci meski direktorat urusan haji di level pusat telah diberhentikan. ’’Saat ini masih dalam proses transisi dari Kementerian Agama menuju Kementerian Haji dan Umrah. Meski demikian, pelayanan haji di level daerah masih ada di bawah Kementerian Agama,’’ tandasnya.
Untuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih), pihaknya mengimbau kepada CJH agar menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) tentang biaya haji. Termasuk masa pelunasannya yang diestimasikan akan dibuka mulai 19 November nanti. ’’Kami belum bisa mengira-ira besaran bipih karena belum ada petunjuk teknisnya. Kami menunggu instruksi dari pusat,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, kuota jemaah haji Kabupaten Mojokerto untuk keberangkatan 2026 dipastikan bertambah. Dari yang sebelumnya 1.142 CJH, menjadi 1.293 CJH yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai April tahun depan. Penambahan 151 kuota haji ini imbas dari perubahan kuota keberangkatan Provinsi Jawa Timur dari yang biasanya 32 ribu menjadi 42 ribu CJH. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi