KOTA – Plengsengan saluran air di Jalan Brawijaya, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, ambrol. Kondisi tersebut mengancam badan jalan karena rawan ikut tergerus longsoran. Titik plengsengan yang ambrol berada di dekat TK Koperasi Batik. Dinding tanggul yang memisahkan saluran air dengan badan jalan itu longsor sepajang kira-kira tiga meter.
Akibatnya, material tembok dan paving trotoar runtuh ke dasar saluran sedalam kurang lebih satu setengah meter. ”Sudah satu mingguan ini,” kata Hafizah, warga setempat soal ambrolnya plengsengan, kemarin (13/11). Kerusakan infrastruktur ini berada tepat di depan rumahnya. Selain merusak trotoar, pohon peneduh dan tiang jaringan telepon yang tertanam di atasnya juga rawan ambruk. ”Amit-amit kalau sampai pohonnya tumbang ke rumah saya,” ujarnya.
Hafizah mengaku tak tahu pasti penyebab longsornya tembok saluran air tersebut. Namun, tingginya curah hujan yang rutin terjadi belakangan membuat khawatir bakal memperparah kerusakan. Terlebih, peningkatan debit air saluran rawan menggerus plengsengan. Jika dibiarkan kondisi tersebut dapat merembet ke badan jalan. ”Kalau begini terus bisa ikut ambrol jalannya, bahaya apalagi ini jalan utama,” tandas dia.
Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait plengsengan yang ambrol. Dinasnya akan berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) agar melakukan pemotongan pohon. ”Untuk kemudian akan kita benahi yang ambrol tersebut,” katanya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi