KABUPATEN - 1.293 calon jemaah haji (CJH) terus dioptimalkan Kemenag Kabupaten Mojokerto agar bisa berangkat ke Tanah Suci tahun depan. Selain menjalani pemeriksaan kesehatan (rikkes), ribuan CJH juga diminta mampu melunasi lebih awal biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang akan dibuka pertengahan November mendatang.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibuddin mengatakan, sosialisasi tentang pelunasan Bipih telah disampaikan kepada ribuan CJH akhir pekan kemarin. Sosialisasi ini setelah pemerintah mengumumkan besaran BPIH hasil kesepakatan dengan DPR RI, yakni sebesar Rp 87,4 juta. Dengan begitu, maka besaran dan waktu peluasan Bipih juga akan ditentukan dalam waktu dekat.
’’Sesuai peraturan menteri agama, Bipih di masing-masing provinsi akan diumumkan maksimal 14 hari setelah penetapan BPIH. Kami sudah sosialisasikan kepada CJH agar segera mempersiapkan diri untuk pelunasan,’’ tandasnya.
Namun Muhib mengaku belum bisa memprediksi besaran Bipih untuk kuota provinsi Jatim. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, besaran Bipih embarkasi Surabaya (SUB) menjadi yang paling tinggi. Hal ini karena dipengaruhi biaya tiket pesawat dari bandara Juanda Sidoarjo menuju King Abdul Aziz Jeddah yang paling mahal ketimbang embarkasi lainnya. ’’Untuk besarannya kami menunggu edaran dari kementerian pusat,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, kuota jemaah haji Kabupaten Mojokerto untuk keberangkatan 2026 dipastikan bertambah. Dari yang sebelumnya 1.142 calon jemaah haji (CJH), menjadi 1.293 CJH yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai April tahun depan. Penambahan 151 kuota haji ini imbas dari perubahan kuota keberangkatan Provinsi Jawa Timur dari yang biasanya 32 ribu, menjadi 42 ribu CJH. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi