Tersebar di Kecamatan Pungging, Mojoanyar, Kutorejo, dan Pacet
PACET - BPBD Kabupaten Mojokerto memasang puluhan rambu bencana yang disebar di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan tak lain untuk meningkatkan kesadaran sekaligus kesiagaan masyarakat akan potensi risiko bencana di masing-masing lokasi.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinald Rizal Sabirin menuturkan, total sebanyak 60 rambu bencana anyar disebar di empat kecamatan yang memiliki titik rawan. Yakni, Kecamatan Pungging, Mojoanyar, Kutorejo, dan Pacet. Setiap rambu tersebut bermuatan informasi potensi bencana di masing-masing lokasi. Baik rawan banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ”Semuanya rambu permanen. Kami pasang bertahap sejak Senin hingga Kamis lalu,” sebutnya, kemarin (25/10).
Rinciannya, sebanyak 26 rambu bencana dipasang di Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar; 22 rambu di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging; Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo satu rambu; kemudian tiga rambu bencana dipasang di Pos Pendakian Bukit Cendono, Kecamatan Pacet.
Tiga rambu di Pos Pendakian Lorokan dan jalur Pacet-Cangar, Desa/Kecamatan Pacet dipasangi lima rambu rawan bencana. Pemasangan rambu bencana ini, terang Rinaldi, bukan tanpa tujuan. Keberadaan papan peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di setiap lokasi rawan.
Sekaligus sebagai peringatan dini bagi masyarakat untuk memprioritaskan keselamatan jika terjadi bencana. ”Tentunya, rambu-rambu ini untuk mengingatkan masyarakat terhadap potensi bencana di masing-masing lokasi tersebut," tutur mantan kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto ini.
Pemasangan rambu bencana tersebut seiring dengan masa pancaroba yang sedang dihadapi warga Kabupaten Mojokerto. Masa peralihan musim membaut daerah dengan 18 kecamatan berpotensi tinggi dilanda cuaca ekstrem yang dibarengi bencana hidrometeorologi.
Seperti yang terjadi pada Kamis (23/10) petang, tebing Vila Taruna Loka setinggi 10 meter di Desa Claket, Kecamatan Pacet, longsor. Meterial longsor yang menutup jalan tidak menimbulkan korban. Longsor terjadi akibat lokasi terus diguyur hujan sejak sehari sebelumnya. Sebelum peristiwa tersebut, tebing setinggi 10 meter di tepi Jalan Raya Pacet-Trawas, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, lebih dahulu longsor pada Minggu (28/9).
Konstruksi TPT yang jebol mengakibatkan sebuah mobil yang sedang melintas terseret material longsor hingga masuk jurang sedalam 5 meter. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi