Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cuaca Ekstrem di Mojokerto Diprediksi hingga Akhir Bulan

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:00 WIB
GELAP: Pengendara melintas di bawah awan mendung yang menggelayut di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, kemarin (21/10) sore.
GELAP: Pengendara melintas di bawah awan mendung yang menggelayut di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, kemarin (21/10) sore.

Rawan Picu Banjir, Longsor, dan Angin Kencang

 MOJOKERTO RAYA – Cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Mojokerto Raya hingga akhir Oktober. Selama masa pancaroba ini, masyarakat perlu mewaspadai dampak cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, hingga pohon tumbang akibat angin kencang. 

BMKG Juanda menyatakan wilayah Mojokerto Raya saat ini sedang mengalami masa pancaroba. Kondisi tersebut berbeda dengan sebagian wilayah lain di Jawa Timur yang telah memasuki musim penghujan. 

”Mojokerto diperkirakan masuk awal musim hujan di bulan November minggu pertama,” kata Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (21/10).

 Selama masa peralihan dari musim kemarau ke penghujan, potensi cuaca ekstrem diperkirakan mengalamin peningkatan. Perubahan cuaca secara mendadak itu diprediksi berlangsung selama sepekan ke depan, yakni sejak 20-29 Oktober. 

Andrie menyatakan, cuaca ekstrem dapat mengakibatkan dampak bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es. 

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan disertai angin kencang dan petir. 

Selain terjadinya bencana, BMKG juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang kerap terjadi, seperti jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang saat berkendara. 

”Peningkatan kewaspadaan itu khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan tebing,” tandasnya. 

Gejala cuaca ekstrem di Mojokerto Raya tampaknya memang sudah muncul dari kemarin (21/10). Sejak sore, mendung gelap muncul dan disusul hujan deras serta guntur. Belakangan, kejadian angin kencang yang mengakibatkan kerusakan juga beberapa kali terjadi. Terakhir, angin kencang merusak 6 rumah dan menumbangkan 3 pohon di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Minggu (19/10).

 Sebelum itu, sejumlah kejadian pohon tumbang juga berlangsung di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. Bahkan, hujan deras disertai angin kencang pada awal Oktober ini mengakibatkan ratusan rumah di wilayah utara Sungai Brantas rusak. (adi/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#BMKG Juanda musim hujan #mojokerto raya #dampak bencana #Awal Musim Hujan #cuaca ekstrem