Masyarakat Diimbau Waspada saat Angin Kencang
KABUPATEN - BPBD Kabupaten Mojokerto meminta masyarakat mewaspadai potensi pohon tumbang di masa pancaroba ini. Dalam empat hari terakhir, tiga pohon peneduh di tepi jalan raya tumbang sehingga membuat lalu lintas macet bahkan menimpa mobil.
Kabid Kedaruratan dan BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menuturkan, pohon tumbang yang terjadi kurun 12 -15 Oktober itu terjadi akibat faktor non alam. ’’Faktornya karena pohon sudah lapuk. Yang di tepi jalan raya Mojosari - Pacet karena pangkalnya dibakar,’’ ungkapnya, kemarin.
Meski begitu, pihaknya meminta agar masyarakat tetap waspada. Terlebih saat ini Mojokerto memasuki masa pancaroba yang identik dengan cuaca ekstrem penyebab pohon tumbang. ’’Kalau terjadi angin kencang atau hujan lebat, supaya tidak berteduh di bawah pohon atau reklame,’’ tandas Khakim.
Seperti diketahui, Minggu (12/10) siang, pohon peneduh jenis kesono di tepi jalan Raya Mojosari-Pacet, Desa Jatilangkung, Kecamatan Pungging, tumbang, roboh. Meski tidak ada korban, pohon setinggi 8 meter yang melintang di atas jalan membuat lalu lintas macet selama proses evakuasi. Hal ini terjadi akibat pangkal pohon dibakar.
Pada Selasa (14/10) siang, sebuah pohon sengon di tepi jalan raya Bundaran Pacet, Desa/Kecamatan Pacet, tumbang. Mobil Toyota Innova Zenix nopol L 1112 ADB yang terparkir di halaman Kafe Pacetoz ringsek tertimpa. BPDB menyebut, kondisi pohon yang lapuk jadi pemicu peristiwa ini.
Kemudian, pohon mangga setinggi 8 meter di tepi Jalan Raya Mojokerto-Mojosari, Desa/Kecamatan Bangsal, tumbang, Rabu (15/10) pagi. Batang pohon berdiameter sekitar 40 cm roboh menutup separo jalan nasional. Tepatnya ruas Mojosari menuju Mojokerto. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi