Relawan Minimalisir Dampak Korban Laka di Pacet-Cangar
PACET - Jalur penyelamat tikungan Gotekan di Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet, kembali direvitalisasi, Kamis (9/10). Satu dari tiga jalur penyelamat yang ada di sepanjang jalan alternatif Mojokerto-Batu ini dipertebal dengan 500 karung sekam.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto Saiful Anam menuturkan, penebalan jalur penyelamat dengan ratusan sak sekam anyar ini tak lain untuk mengoptimalkan fungsi kedaruratan. Yakni untuk mereduksi benturan kendaraan yang mengalami rem blong hingga terpaksa masuk ke jalur penyelamat. ’’Tujuannya untuk meningkatkan fungsi jalur penyelamat dalam keadaan darurat, khususnya untuk kendaraan rem blong yang melintas,’’ ujarnya, kemarin (9/10).
Relawan yang tergabung dalam FPRB berjibaku memasang ratusan karung sekam bersama BPBD, UPT PJJ DPU Bina Marga Jatim dan kepolisian. Tak hanya itu, permukaan jalur penyelamat turut diratakan serta sejumlah rambu dan tanda peringatan turut dibenahi. Perawatan benteng sekam seperti ini dilakukan relawan dan pihak terkait tanpa jadwal khusus. ’’Dengan upaya-upaya seperti ini jalur penyelamat kembali optimal sesuai fungsinya,’’ sebutnya.
Jalur penyelamat dan benteng sekam didirikan di dua titik, yakni di tikungan Gotekan dan rest area AMD. Satu jalur darurat didirikan Pemprov Jatim di atas tikungan Gotekan. Sementara benteng sekam tikungan Gotekan didirikan sejak sekitar tahun 2013.
Seiring meningkatnya intensitas kecelakaan di jalur turunan ekstrem penghubung Mojokerto - Batu tersebut, berbagai cara dilakukan relawan untuk mengoptimalkan fungsi jalur penyelamat. Mulai dengan menambahkan bahan tongkol jagung, ban bekas, hingga pasir untuk bantalan dan lantai jalur penyelamat.
Akan tetapi, tumpukan karung sekam akhirnya dipilih karena dinilai lebih efektif meminimalisir benturan. Seperti diketahui, jalur Pacet - Cangar dikenal dengan turunan panjang dan ekstrem. Tepatnya saat dilintasi dari arah Batu. Sehingga, kondisi ini berisiko tinggi memicu kecelakaan terutama akibat rem blong. ’’Harapan kami kegiatan ini bisa dilakukan berkala untuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, juga mewujudkan keselamatan di jalur rawan kecelakaan,’’ tandas Anam. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi