KABUPATEN – Musim hujan belum datang, sejumlah petani di Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto bersiap menyambut musim tanam cabai tahun ini. Salah satunya dengan menyiapkan lahan yang akan ditebar puluhan ribu bibit cabai.
Penanaman akan diefektifkan dengan menancapkan bibit cabai di lahan sawah atau persil yang sudah disiapkan saat musim hujan tiba nanti. Itu agar lahan bisa benar-benar dipakai, petani harus membersihkan dulu sawahnya dari gangguan rumput atau gulma. Termasuk menggemburkan tanah agar strukturnya diperbaiki sehingga akar tanaman dapat tumbuh dan menyerap air serta nutrisi dengan lebih baik.
Setelah itu, tanah ditaburi pupuk kompos sebagai nutrisi bagi tanaman saat mereka tumbuh nanti. ’’Ya, teman-teman sudah mulai persiapan musim tanam cabai. Sekarang masih fokus di pembibitan dan pengolahan lahan,’’ ungkap Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Makmur Desa Gunungsari, Agus Sugiantoro.
Di Desa Gunungsari sendiri, jumlah lahan yang biasa digunakan untuk bercocok tanam cabai cukup luas. Tidak hanya di sawah pribadi, beberapa warga juga mengandalkan tanah persil atau tanah hutan produktif yang disewakan perhutani ke petani. Dengan merogoh kocek hingga Rp 4 juta, sejumlah pekerjaan lahan terus dikebut petani sejak pertengahan September lalu. Mulai dari membersihkan lahan, meratakan tanah, membeli bibit, dan pemupukan. ’’Rata-rata teman-teman petani sudah mengeluarkan uang untuk persiapan musim tanam cabai,’’ tandasnya.
Meski demikian, Agus mengaku belum bisa memprediksi kapan bibit cabai bisa mulai ditanam. Sebab, prakiraan cuaca hari ini semakin tak menentu, terkadang bisa mundur dan bisa maju. Namun Agus bersama petani lain mengaku tetap optimistis musim tanam tahun ini dapat menghasilkan cabai berkualitas sehingga meraup untung besar. ’’Prakiraan BMKG saja kadang tidak tepat. Ketika seminggu hujan terus, berarti sudah waktunya musim tanam,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi