Satpol PP Masih Cermati Jam Operasi Manusia Silver
KOTA - Kota Mojokerto masih menjadi tempat favorit aktivitas gelandangan dan pengemis (gepeng). Salah satunya manusia silver yang kerap beroperasi di sejumlah persimpangan jalan. Satpol PP mengaku bakal kembali melakukan tindakan penertiban, namun masih mencermati jam operasional mereka yang tak tetap.
Maraknya gepeng manusia silver seperti yang terpantau di simpang empat Pemandian Sekarsari, kemarin (23/9). Tak hanya satu, ada empat manusia silver yang ”mencegat” pengendara dari empat arah jalan, yakni Gajah Mada, Empunala, dan Residen Pamuji.
Keberadaan para gepeng bukan tak pernah ditertibkan. Aparat, khususnya satpol PP sebagai penegak perda sebenarnya sudah rajin melakukan razia. Hanya saja, mereka lagi-lagi kembali ke jalan. Tak hanya manusia silver yang bandel, para pengamen hingga pengemis lansia yang terciduk juga sama saja. ’’Sudah rutin dirazia tapi ujung-ujungnya balik lagi juga. Mungkin yang dibutuhkan lebih pada rehabilitasi sosial agar mereka tidak di jalanan lagi, misalnya diberi pekerjaan yang layak dan sebagainya,’’ tutur Putri, salah seorang warga Kota Mojokerto, kemarin.
Dalam setiap razia, satpol PP sebetulnya juga melibatkan pihak dinas sosial. Mereka yang bekerja dibidang rehabilitasi itu bertugas melakukan asesmen terkait kebutuhan gepeng dengan harapan tak lagi kembali ke jalan.
Sementara itu, Kasi Operasional Satpol PP Kota Mojokerto Mulyono tak menampik masih maraknya gepeng meski sudah berkali-kali dirazia. Pihaknya pun menyatakan bakal meningkatkan intensitas patroli dan operasi turun ke jalan. ’’Nanti kita lakukan penertiban,’’ ucapnya, kemarin.
Di sisi lain, aktivitas gepeng, terutama manusia silver juga sulit ditebak. Menurut Mulyono, jam operasional mereka tak menentu sehingga belum pasti ditemukan ketika petugas memutuskan razia. ’’Ini teman-teman masih mempelajari jam aktivitasnya manusia silver karena berubah-ubah,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi