Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pasca Kasus Potongan Tubuh, Warga Aktifkan Satkamling

Martda Vadetya • Senin, 22 September 2025 | 15:00 WIB
JAGA LINGKUNGAN: Petugas Polsek Pacet bersama warga melakukan satkamling di Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet.
JAGA LINGKUNGAN: Petugas Polsek Pacet bersama warga melakukan satkamling di Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet.

PACET - Penemuan mayat korban mutilasi di hutan Pacet beberapa waktu lalu membuat warga resah. Apalagi itu merupakan kali kesekian kawasan wisata andalan Kabupaten Mojokerto tersebut dijadikan tempat pembuangan mayat. Bersama kepolisian, warga meningkatkan keamanan di kawasan hutan yang dibelah jalur Pacet-Cangar tersebut.

’’Jadi setelah penemuan (potongan tubuh Tiara Angelina Saraswati, 25, asal Lamongan) itu warga menginisiasi untuk meningkatkan satkamling (satuan keamanan lingkungan),’’ ujar Kapolsek Pacet Iptu Muhammad Khoirul Umam, kemarin. Ia menuturkan, warga Dusun Pacet Selatan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk meningkatkan keamanan dan mengantisipasi kembali terjadinya pembuangan mayat di hutan Pacet.

Lewat satkamling, setiap malam warga giliran berjaga di lingkungan hingga jalur wisata. Di samping itu, Polsek Pacet turut mengencarkan patroli wilayah di Jalur Pacet - Cangar. ’’Kami juga berkoordinasi dengan DPRKP2 Kabupaten Mojokerto untuk memperbaiki PJU yang mati (di tepi jalur Pacet-Cangar). Supaya memudahkan warga untuk memantau aktivitas yang mencurigakan di sana,’’ sebut Umam.

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto sebelumnya menegaskan, akan menindak hukum para pelaku pembunuhan yang membuang jasad korban di kawasan Pacet. Pihaknya mengecam para pelaku bahwa tidak ada pembenaran terhadap aksi sadis pembunuhan. ’’Saya ingatkan, jangan jadikan Kecamatan Pacet tempat untuk membuang jenazah,’’ ungkapnya.

Ihram mengingatkan jika wilayah Pacet dengan keindahan alamnya mestinya keamanan dan keasriannya dijaga bersama. ’’Saya pastikan, pelaku yang akan menjadikan Pacet tempat pembuangan terakhir, selama saya masih menjadi Kapolres Mojokerto, saya akan tangkap,’’ tegasnya.

Sejak lima tahun terakhir, terpantau enam mayat dibuang di kawasan Pacet. Pertama, mayat Vina Aisyah Pratiwi, 21, perempuan asal Kediri yang tinggal di Porong, Sidoarjo, ditemukan di Blok Gajah Mungkur, Kawasan Tahura R Soerjo, Pada 24 Juni 2020.

Kemudian, mayat Ahmad Hasan Muntolip, 26, pria asal Mojosari. Tubuhnya ditemukan terbungkus karpet di jurang tepi jalur tanjakan AMD pada 22 November 2022. Ketiga, pada 7 Juni 2023, warga menemukan karung berisi mayat Angeline Nathania, 22, mahasiswi asal Surabaya di tepi jalur Pacet-Cangar. Selanjutnya, mayat Anyk Mariyanni, 36, perempuan asal Kediri, ditemukan di Blok Lemah Bang, Tahura R Soerjo, pada 13 September 2024.

Yang kelima, pada 1 Juli lalu, warga menemukan mayat bayi mengambang di antara sampah di saluran parit depan kantor PLN ULP Pacet, tepi Jalan Raya Desa/Kecamatan Pacet. Teranyar pada Sabtu (6/9) lalu. Puluhan potongan jasad Tiara Angelina Saraswati, 25, asal Lamongan ditemukan di jurang tepi turunan AMD, jalur Pacet - Cangar. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#satuan keamanan lingkungan #Kawasan wisata alam #pacet mojokerto #hutan pacet #Pacet cangar #siskamling