Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Banjir dan Kebakaran Jadi Ancaman

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 18 September 2025 | 15:10 WIB
LUDES: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto memadamkan kebakaran rumah di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kamis (24/7) malam.
LUDES: Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto memadamkan kebakaran rumah di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kamis (24/7) malam.

BPBD Kota Siapkan Langkah Mitigasi

 KOTA – Kota Mojokerto akhirnya memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dua bencana yang paling mengancam, yakni banjir dan kebakaran menjadi perhatian badan baru tersebut.

 Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Mojokerto Ganesh Pressiatantra Kresnawan mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan langkah mitigasi bencana menjelang musim penghujan.

 Salah satunya dengan mengumpulkan para pemuda dalam apel kesiapsiagaan tanggap bencana. Mereka akan dilatih dan dibekali logistik agar bisa terlibat ketika terjadi bencana.

 ”Kan sudah banyak relawan dan segala macam, yang belum adalah pemuda tanggap bencana. Sehingga ketika ada bencana semuanya bisa tanggap, bisa antisipasi, bisa evakuasi. Edukasi semacam itu yang akan kita berikan kepada masyarakat,” tuturnya, kemarin (17/9). 

Menurut Ganesh, terdapat dua bencana yang paling sering terjadi di wilayah dengan tiga kecamatan ini. Meliputi, banjir dan kebakaran. ”Beberapa kali pengalaman kemarin, lebih ke antisipasi banjir dan kami mitigasikan bilamana terjadi, selain banjir adalah kebakaran,” tandasnya. 

Terjangan banjir terakhir terjadi saat puncak penghujan Desember 2024. Empat kelurahan di Kecamatan Prajurit Kulon pun terendam, termasuk kompleks Taman Bahari Mojopahit (TBM). Banjir terjadi akibat luapan aliran sungai afvoer Prajurit Kulon yang mengalir dari Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko. 

Selain di wilayah barat, banjir juga kerap terjadi di sisi timur kota, khususnya kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Selain luapan, beberapa kali banjir terjadi akibat tanggul sungai mengalami jebol. 

Adapun tingkat kebakaran di Kota Mojokerto selama dua tahun terakhir juga cukup tinggi. Catatan Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, terdapat peningkatan jumlah kebakaran dari 51 kasus selama 2023 menjadi 62 kasus pada 2024.

 Dari jumlah kejadian tersebut, 31 di antaranya merupakan kebakaran lahan, disusul rumah, warung, gedung sekolah, kantor, rumah sakit, gudang pabrik, kendaraan, pohon, dan instalasi listrik. Seluruh insiden mengakibatkan kerugian material lebih dari Rp 1 miliar. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#banjir #kebakaran #BPBD Kota Mojokerto #mitigasi