KABUPATEN - Kurang setahun lagi, persiapan keberangkatan untuk calon jemaah haji Kabupaten Mojokerto telah dimulai. Sejak Agustus lalu, kemenag Kabupaten Mojokerto telah menyisir 1.100 CJH yang masuk manivestasi keberangkatan pada 2026. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring pendataan CJH yang terus berjalan.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibuddin mengatakan, masing-masing CJH kini telah disurati. Mereka dimintai kesanggupannya untuk bisa berangkat ke tanah suci tahun depan. Termasuk memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari pemberkasan paspor dan visa, melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), hingga dinyatakan istithaah kesehatan.
Ribuan CJH tersebut masuk dalam menivestasi keberangkatan tahun depan berdasarkan kuota nasional sebanyak 221 ribu. Yang sebagian besar merupakan CJH yang mendapatkan nomor porsi saat pendaftaran antara Juni hingga Oktober 2012 lalu. ’’Estimasi di keberangkatan tahun 2026 masih dalam angka pendaftar maksimal 8 Oktober 2012,’’ ungkapnya.
Namun Muhib mengaku jumlah tersebut masih bisa berubah sewaktu-waktu. Bahkan berpotensi bertambah seiring pendataan yang masih mencapai 80 persen. Pun demikian jika terdapat CJH yang tidak sanggup melengkapi persyaratan, secara otomatis akan digantikan CJH porsi selanjutnya. ’’Ini data manivestasi 80 persen. Artinya kemungkinan masih ada tambahan lagi berdasarkan kuota nasional,’’ tambahnya.
Sebelumnya, kemenag merilis sebanyak 32.308 orang asal Kabupaten Mojokerto mengantongi porsi aktif haji. Mereka merupakan CJH yang mendaftar di periode antara 2012 hingga 2025. Dari angka itu, tahun 2019 mencatatkan pendaftaran porsi haji yang paling banyak, yakni mencapai 3.875 CJH.
Disusul dua tahun sebelumnya yang juga mencatatkan hingga 3 ribu lebih CJH yang berhasil menyetorkan setoran awal dana haji sebesar Rp 25 juta. Masing-masing tahun 2018 sebanyak 3.385 CJH dan tahun 2017 sebanyak 3.037 CJH. Penurunan jumlah pendaftar porsi haji terlihat saat pandemi Covid-19 melanda, yakni mulai periode tahun 2020 yang hanya mencatat 2.423 CJH.
Penurunan itu berangsur-angsur hingga periode tahun 2025 ini, yakni 1.587 CJH pada periode 2021, 1.781 CJH periode 2022, 1.431 pada 2023, 1.567 pada 2024, dan 1.144 CJH 2025 yang masih berjalan hingga bulan Agustus. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi