Cegah Insiden Tumbang Akibat Angin Kencang
KOTA – Peristiwa pohon tumbang akibat angin kencang coba diminimalkan di Kota Mojokerto. Dinas lingkungan hidup (DLH) kini menyisir pohon peneduh yang berusia lebih dari lima tahun untuk dipangkas. Upaya mitigasi tersebut seiring dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di tengah musim kemarau ini.
Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wachid menyatakan, pemangkasan dilakukan setiap hari oleh tim operasional menggunakan truk crane. Kegiatan perampingan dahan dan ranting yang sudah rimbun itu berlangsung di jalan raya dan taman. ”Kami upayakan perapian untuk mitigasi kerawanan pohon,” ucapnya, kemarin.
Kerawanan yang dimaksud adalah potensi pohon mengalami tumbang akibat terpaan angin kencang dan hujan. Insiden tersebut tentu membahayakan pengguna jalan. Secara khusus, lanjut Amin, langkah mitigasi ini diberlakukan terhadap pohon-pohon yang berpeluang mengalami pelapukan.
Salah satu indikasinya telah berusia lebih dari lima tahun. ”Pohon yang sudah berumur di atas lima tahun di beberapa area publik kami mitigasi,” tandasnya. Selain mencegah peristiwa tumbang, pemangkasan juga untuk memastikan fasilitas jalan berfungsi normal. Karena itu, ranting dan dahan yang menutup rambu atau lampu penerangan jalan umum (PJU) langsung dipotong.
”Kami lakukan pemangkasan pohon yang sekiranya cenderung menutupi lampu PJU,” imbuh dia. Seperti diberitakan, angin kencang yang terjadi pekan lalu mengakibatkan sejumlah insiden di wilayah kota. Pada Rabu (20/8), tiga pohon tumbang dan menimpa mobil serta warung di Jalan Kuwung dan Benteng Pancasila (Benpas). Tak ada korban dalam peristiwa ini.
Kala itu, angin kencang yang terjadi seiring hujan deras juga mematahkan tiang sambungan listrik di simpang empat Meri, merobohkan reklame gerai Planet Gadget di Jalan Raden Wijaya, serta beberapa reklame sederhana di simpang empat Gatoel morat-marit. Sehari sebelumnya, pohon besar di Jalan Watudakon, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, juga roboh akibat terjangan angin kencang. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi